https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Besaran Gaji Pesepak Bola Profesional Eropa, Diatur UEFA atau Bebas?

Mutiul Alim | Sabtu, 14/06/2025 21:19 WIB



Logo UEFA (Foto: Football Italia)

Jakarta, Jurnas.com - Eropa memiliki daya tarik tersendiri bagi pesepak bola profesional. Di Benua Biru, ada anggapan para pemain berkesempatan mendapatkan gaji mahal jika mendapatkan kontrak resmi.

Pandangan ini tak sepenuhnya benar. Sebab, sejauh ini tidak pernah ada regulasi khusus yang mengatur besaran gaji pemain profesional. Apa alasannya?

Meski memiliki pengaruh besar soal regulasi di Eropa, UEFA tidak menetapkan batas gaji individual untuk pemain. Sebaliknya, ada sistem Financial Fair Play (FFP) yang membatasi belanja klub agar tidak melebihi pemasukan.

Baca juga :
Kocak, Pemain Ini Dikartu Merah gegara Pipis di Botol

Artinya, klub boleh membayar pemain semahal mungkin selama mampu secara finansial dan sesuai neraca keuangan.

Namun, di tingkat liga nasional, aturan mulai berbeda. Spanyol misalnya, lewat La Liga, menerapkan sistem pengawasan ketat bernama Salary Limit.

Baca juga :
7 Fakta Unik Chelsea, Raja London yang Nyaris Bangkrut

Setiap klub mendapat batas maksimal untuk total gaji pemain dan staf, yang dihitung berdasarkan pendapatan bersih dan kesehatan keuangan klub. Jadi, meskipun Real Madrid dan Cádiz sama-sama di La Liga, batas gajinya bisa jauh berbeda.

Di Prancis, badan pengatur bernama DNCG juga mengawasi laporan keuangan klub, termasuk pengeluaran untuk gaji. Jika ada klub yang nekat membayar di luar batas kemampuan, sanksinya berupa pencekalan hingga degradasi secara administratif.

Baca juga :
Kuda Hitam, Sejak Kapan Istilah Ini Digunakan Sepak Bola?

Sementara di Inggris, Liga Premier tak memiliki salary cap, tapi tetap mewajibkan klub mematuhi Profit and Sustainability Rules, aturan yang membatasi kerugian kumulatif maksimal selama tiga tahun.

Lain cerita di Bundesliga. Jerman tidak mengenal salary cap, tetapi memiliki regulasi lisensi ketat dan filosofi "50+1" yang menjaga agar klub tetap dikelola secara berkelanjutan.

Klub dibebaskan menggaji pemain, asalkan tetap sehat secara finansial dan tidak disubsidi secara gila-gilaan oleh pihak luar.

Soal angka, perbedaan gaji pemain sangat mencolok antar klub dan negara. Pemain bintang di PSG, Real Madrid, atau Manchester City bisa menerima bayaran antara €10–€20 juta per tahun.

Sementara pemain di liga kasta kedua atau ketiga, seperti Ligue 2 Prancis atau 3. Liga Jerman, kadang hanya menerima €2.000–€5.000 per bulan. Bahkan, beberapa pemain semi-pro di Eropa harus mencari pekerjaan tambahan di luar sepak bola.

Yang menarik, tidak ada standar gaji minimum yang disahkan UEFA secara universal. Jadi pemain muda yang baru promosi dari akademi bisa saja menerima gaji setara upah minimum regional. Semua bergantung pada negosiasi, status pemain, dan kebijakan klub masing-masing.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Gaji Pemain Profesional Fakta Unik Sepak Bola Financial Fair Play

Terpopuler

Minggu, 14/06/2026 02:02 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Belanda vs Jepang

Senin, 15/06/2026 01:01 WIB
Olahraga

Pelatih Turki Kecewa Timnya Kalah Lawan Australia

Minggu, 14/06/2026 12:10 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Jerman vs Timnas Curacao

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777