Presiden Iran, Masoud Pezeshkian (Foto: AFP)
Jakarta, Jurnas.com - Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan negaranya bermaksud untuk bertindak dalam kerangka Perjanjian Non-Proliferasi Senjata Nuklir (NPT) dan tidak berupaya memperoleh senjata nuklir.
"Republik Islam Iran tidak berupaya memperoleh senjata nuklir dan, sebagai anggota NPT, mendukung kelanjutan kegiatan nuklir sesuai hukum dan perjanjian internasional," kata Pezeshkian sebagaimana dikutip dari keterangan Kantor Kepresidenan Iran.
Dia menambahkan Iran tetap memiliki hak untuk menjalankan kegiatan nuklir damai.
Presiden Pezeshkian menyampaikan hal itu saat bertemu dengan perwakilan aliansi Perjanjian Mekah, antara lain Menteri Pertahanan Arab Saudi Khalid bin Salman, Panglima Angkatan Darat Pakistan Asim Munir, dan Kepala Intelijen Turkiye Ibrahim Kalin. Turut mendampingi Pezeshkian dalam pertemuan itu ialah Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Mohsen Rezaei.
Perjanjian pertahanan bersama, dikenal sebagai Perjanjian Mekah, ditandatangani oleh Arab Saudi, Pakistan, dan Turkiye pada 7 Agustus lalu.
Berdasarkan dokumen tersebut, serangan bersenjata terhadap salah satu negara peserta dianggap sebagai serangan terhadap ketiga negara tersebut.
Pembicaraan tersebut berlangsung di tengah serangkaian serangan oleh gerakan Ansar Allah di Yaman, yang juga dikenal Houthi, terhadap Arab Saudi.
Selain itu, pembicaraan itu berlangsung bersamaan dengan pernyataan Iran, yang dianggap sebagai sekutu Houthi, yang menyatakan kesiapan membantu menyelesaikan konflik tersebut.
Sumber: Sputnik
Selasa, 27/10/2026 09:35 WIB
Selasa, 27/10/2026 07:15 WIB
Selasa, 20/10/2026 08:35 WIB