https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Malaysia Prediksi Kabut Asap Berlanjut hingga 2027, Ini Alasannya

Muhammad Habib Saifullah | Kamis, 24/09/2026 05:35 WIB



El Nino diperkirakan akan menguat menjadi fase Super El Nino mulai Oktober 2026 hingga Januari 2027, dengan dampaknya terus berlanjut hingga Juni Penampakan polusi udara di Sarawak, Malaysia akibat asap karhutla di Kalimantan (Foto: AFP)

Jakarta, Jurnas.com - Situasi kabut asap saat ini diperkirakan akan berlanjut hingga awal 2027 akibat cuaca panas dan kering berkepanjangan yang merupakan dampak dari fenomena El Nino, ujar Menteri Sumber Daya Alam dan Kelestarian Lingkungan Hidup Malaysia Arthur Joseph Kurup pada Selasa (22/9).

El Nino diperkirakan akan menguat menjadi fase Super El Nino mulai Oktober 2026 hingga Januari 2027, dengan dampaknya terus berlanjut hingga Juni, sementara monsun barat daya yang terjadi bersamaan menyebabkan curah hujan yang lebih rendah serta kondisi yang lebih panas dan kering, papar Arthur kepada media setempat.

"Kondisi kering yang berkepanjangan tersebut akan meningkatkan risiko kebakaran terbuka, terutama di daerah-daerah rawan kebakaran," ujar sang menteri, sembari menambahkan bahwa kabut asap berkepanjangan kali ini melebihi kejadian-kejadian sebelumnya yang berlangsung selama satu hingga dua bulan.

Baca juga :
BMKG: El Nino Sangat Kuat dan IOD Bikin Musim Hujan Datang Terlambat

Arthur juga menuturkan bahwa Malaysia akan membantu Indonesia dalam menanggulangi kebakaran hutan dan lahan, termasuk penyediaan kemampuan pemadaman dari udara, seraya menambahkan Malaysia telah menawarkan operasi pengeboman air menggunakan helikopter, dukungan pemadaman menggunakan pesawat amfibi, serta pelaksanaan operasi penyemaian awan.

"Bentuk dan ruang lingkup bantuan akan dirinci bersama dengan pemerintah Indonesia berdasarkan kebutuhan dan kesesuaian situasi di lapangan, tergantung pada kesepakatan instansi kedua negara," ujarnya.

Baca juga :
Komisi V Minta Mitigasi El Nino Dipercepat

Sementara itu, beberapa area di Negara Bagian Sarawak, Malaysia, yang terletak di bagian utara Pulau Kalimantan atau Borneo, mencatat tingkat polusi yang tidak sehat pada Selasa, dengan Distrik Sibu mencatat Indeks Polutan Udara (Air Pollutant Index/API) di angka 175 pada pukul 15.00 waktu setempat. Area-area lainnya, termasuk Sri Aman dan Mukah, mencatat angka 172.

Menurut skala penilaian kualitas udara di negara tersebut, angka API antara nol hingga 50 dikategorikan sebagai "baik", 51 hingga 100 sebagai "moderat", 101 hingga 200 sebagai "tidak sehat", 201 hingga 300 sebagai "sangat tidak sehat", dan 301 ke atas sebagai "berbahaya".

Baca juga :
Siklus Air Kian Tak Terprediksi, Krisis Air Dunia di Depan Mata
Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Kabut Asap Asap Malaysia El Nino

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777