Ilustrasi - Hari Maritim Sedunia soroti keselamatan laut dan rantai pasok global (Foto: Gastra)
Jakarta, Jurnas.com - Setiap tahunnya, komunitas internasional memperingati Hari Maritim Sedunia (World Maritime Day).
Peringatan yang diinisiasi oleh Organisasi Maritim Internasional (International Maritime Organization atau IMO) ini menjadi sarana penting untuk menarik perhatian publik global terhadap peran vital sektor perkapalan dan pelayaran dalam mendukung perekonomian dunia.
Lahirnya Hari Maritim Sedunia berawal dari pembentukan IMO melalui konvensi internasional pada tahun 1948.
Badan khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ini bertugas mengatur keselamatan pelayaran, keamanan maritim, serta pencegahan pencemaran laut oleh kapal.
Hari Maritim Sedunia pertama kali dirayakan secara resmi pada 17 Maret 1978. Dalam perkembangannya, penentuan tanggal perayaan diserahkan kepada masing-masing pemerintah negara anggota IMO.
Namun secara umum ditetapkan pada hari Kamis di minggu terakhir bulan September. Dalam kalender tahun 2026, momentum penting ini bertepatan pada tanggal 24 September.
Peringatan ini membawa sejumlah fokus utama yang krusial bagi keberlanjutan peradaban modern:
Keselamatan dan Keamanan Pelayaran: Menjamin standar keselamatan kerja para pelaut serta keamanan jalur perdagangan laut dari berbagai gangguan eksternal.
Perlindungan Lingkungan Laut: Mendorong transisi industri pelayaran menuju energi hijau (decarbonization) untuk mengurangi emisi karbon serta mencegah pencemaran ekosistem laut.
Rantai Pasok Perdagangan Dunia: Mengingatkan bahwa lebih dari 80 persen volume perdagangan barang dunia diangkut melalui jalur laut.
Bagi Indonesia yang berstatus sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Hari Maritim Sedunia memiliki makna yang sangat strategis.
Momentum ini menjadi pengingat pentingnya memperkuat infrastruktur pelabuhan, menjaga kedaulatan wilayah perairan, serta mengoptimalkan potensi ekonomi maritim nasional secara berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat pesisir.