Seorang anggota pasukan pemerintah Yaman yang didukung Saudi, termasuk Tentara Nasional dan pasukan Poros Taiz, mengoperasikan menara senjata yang dipasang di belakang truk pikap di pos pemeriksaan di sepanjang garis depan Kadha di sebelah barat Taiz di Yaman barat pada 13 September 2026 (Foto: AFP)
Jakarta, Jurnas.com - Pasukan pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi menyatakan telah memegang kendali penuh atas Gunung Qarfan yang strategis di wilayah barat provinsi Taiz, dalam sebuah pertempuran melawan pejuang Houthi yang bersekutu dengan Iran.
Pusat Media Angkatan Bersenjata Yaman dalam pernyataannya menyebutkan, pasukan pemerintah yang dibantu oleh pejuang lokal berhasil mengamankan Gunung Qarfan pada Selasa (22/9), seiring dengan pertempuran kedua belah pihak untuk memperebutkan dataran tinggi yang menghadap ke pesisir Laut Merah tersebut.
Kepala Staf Poros Militer Taiz, Mayor Jenderal Abdulaziz al-Majidi, mengatakan pasukan terlibat dalam "pertempuran sengit" dengan pemberontak Houthi. Insiden ini menewaskan lima pejuang Houthi, melukai 20 lainnya, dan berhasil "memulihkan kendali" atas gunung tersebut.
Pengambilalihan Gunung Qarfan akan memberikan pasukan pemerintah Yaman keunggulan dalam kendali tembakan dan pengawasan atas lembah-lembah di sekitarnya, yang membentang di antara distrik ash-Shamaytaun dan al-Waziiya di bagian selatan provinsi Taiz.
Belum ada komentar segera dari pihak Houthi mengenai klaim pasukan pemerintah tersebut.
Bentrokan ini terjadi ketika pertempuran terus berkecamuk di Yaman di tengah meningkatnya ketegangan regional yang dipicu oleh perang Amerika Serikat-Israel terhadap Iran.
Houthi, yang merebut pesisir Laut Merah Yaman pada bulan ini, termasuk pelabuhan Mocha, telah meluncurkan upaya untuk mendesak masuk ke Pegunungan Kahboub di provinsi Taiz dan Lahj.
Penguasaan atas dataran tinggi strategis yang menghadap Selat Bab al-Mandeb dan Pulau Mayyun di Laut Merah tersebut akan memungkinkan Houthi untuk memutuskan jalur pesisir dari wilayah selatan yang masih dikuasai pemerintah.
Sumber: Aljazeera
Rabu, 23/09/2026 20:47 WIB