Raja Charles III (FOTO: AP)
London, Jurnas.com - Istana Buckingham merilis bantahan resmi terkait klaim dari adik mendiang Putri Diana, Charles Spencer, yang menuding Raja Charles III bersikap tidak sensitif setelah insiden kecelakaan tragis yang menewaskan Putri Diana hampir 30 tahun lalu.
Tanggapan keras dan tidak biasa dari pihak Istana mengemuka setelah Charles Spencer menuliskan pengakuan dalam memoar terbarunya bahwa Pangeran Charles, sebutan Charles saat masih menjadi mantan suami Diana, melontarkan pernyataan yang jauh dari empati.
"Meskipun secara prinsip kami tidak memberikan komentar terhadap buku, Yang Mulia menyadari bahwa rasa duka seorang saudara dapat mengawan-awangi akal sehat, memengaruhi penilaian, serta mewarnai ingatan dengan cara yang tidak dikenali orang lain, bahkan bertahun-tahun setelah kehilangan tersebut," ujar juru bicara Istana Buckingham.
Dikutip dari AFP pada Kamis (17/9), Pernyataan Istana tersebut dirilis menjelang penerbitan buku memoar karya Spencer yang bertajuk Swan Song: Diana, My Sister.
Dalam cuplikan buku yang dipublikasikan secara berseri oleh Daily Mail, Spencer mengklaim bahwa Charles menumpahkan kemarahannya saat Spencer bersikeras bahwa Diana tidak akan menginginkan kedua putranya, Pangeran William dan Pangeran Harry, yang saat itu berusia 15 dan 12 tahun, ikut berjalan dalam prosesi pemakaman sang ibu.
"Dia meluapkan penghinaan yang terpendam terhadap Diana di telepon dan menunjukkan kepanikan atas betapa terkejutnya dunia oleh kematian Diana. `Yakinlah,` desisnya, `kita akan segera melupakannya!`," tulis Spencer dalam memoarnya.
Putri Diana tewas di Paris pada usia 36 tahun setelah mobil yang ditumpanginya mengalami kecelakaan saat berupaya menghindar dari kejaran fotografer paparazzi. Kematian Diana memicu gelombang duka nasional di Inggris serta memicu kritik tajam terhadap institusi kerajaan yang dinilai kurang menunjukkan rasa empati.
Sejumlah media Inggris menyamakan bahasa diplomatis yang digunakan Istana Buckingham kali ini dengan tanggapan mendiang Ratu Elizabeth II pada 2021, saat merespons tuduhan rasisme di lingkungan kerajaan dari Pangeran Harry dan Meghan Markle.
Kamis, 17/09/2026 16:14 WIB
Minggu, 13/09/2026 11:35 WIB