Penampakan rudal Iran (Foto: Reuters)
Jakarta, Jurnas.com - Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah melancarkan serangan rudal balistik terhadap dua pangkalan udara Amerika Serikat di Yordania, Senin pagi.
IRGC menyebut serangan tersebut sebagai aksi balasan atas serangan militer AS terhadap Pulau Larak, Iran, sehari sebelumnya.
Pasukan Dirgantara IRGC mengatakan operasi dilakukan menggunakan kombinasi rudal dan drone dengan sasaran Pangkalan Udara King Hussein dan Pangkalan Udara Azraq di Yordania.
Menurut IRGC, serangan menghantam sejumlah fasilitas teknis dan pemeliharaan serta area tempat pesawat tempur ditempatkan. IRGC mengklaim serangan tersebut menyebabkan “kerusakan berat”.
IRGC juga memperingatkan bahwa serangan lanjutan terhadap Iran akan dibalas dengan tindakan yang lebih kuat.
Sebelumnya pada Minggu (30/8), pasukan AS dilaporkan menyerang dua peluncur Iran di Pulau Larak. Seorang pejabat AS mengatakan kepada Axios bahwa serangan tersebut menjadi serangan pertama AS terhadap wilayah Iran sejak akhir Juli.
Sistem yang menjadi sasaran disebut sedang dipersiapkan untuk meluncurkan roket yang membawa ranjau laut ke Selat Hormuz.
IRGC sebelumnya menyatakan serangan AS di Pulau Larak menewaskan dan melukai sejumlah personel serta warga sipil Iran. Garda Revolusi kemudian berjanji memberikan respons terhadap serangan tersebut.
Media Iran, Tasnim, melaporkan informasi awal menunjukkan serangan terhadap Larak dilakukan menggunakan drone.
Saling serang antara Iran dan AS terjadi ketika hubungan kedua negara kembali berada dalam ketegangan tinggi.
Konflik dimulai dengan serangkaian serangan terhadap Iran pada akhir Februari. Iran kemudian merespons dengan serangan terhadap Israel serta posisi dan aset militer AS di sejumlah wilayah di kawasan.
Iran dan AS sempat mencapai sebuah kerangka kesepakatan pada Juni melalui mediasi Pakistan dan Qatar. Namun, perbedaan terkait navigasi di Selat Hormuz kembali memicu ketegangan.
Pada Juli, AS melancarkan kampanye pengeboman selama dua pekan dan kembali memberlakukan blokade laut setelah perbedaan tersebut tidak terselesaikan. (*)
Sumber: Anadolu
Senin, 31/08/2026 09:57 WIB
Senin, 31/08/2026 08:59 WIB