https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

261 Warga dari 23 Negara Hilang dalam Bencana Longsor Tibet

Agus Mughni | Minggu, 30/08/2026 16:59 WIB



Warga Nepal menjadi kelompok warga asing dengan jumlah terbesar yang masih hilang, yakni 104 orang. India menyusul dengan 49 orang, Latvia 33 orang, AS 18 orang Operasi penyelamatan bencana banjir Nepal-Tibet (Foto: AP)

Jakarta, Jurnas.com - Sebanyak 546 orang masih dinyatakan hilang setelah bencana longsor menerjang Pelabuhan Gyirong di wilayah perbatasan China-Nepal pada Rabu (26/8). Dari jumlah tersebut, 261 orang berasal dari 23 negara, sementara jumlah korban meninggal dunia di sisi China telah mencapai 16 orang.

Laporan media pemerintah China, Xinhua, menyebut data terbaru tersebut diperoleh setelah otoritas luar negeri, keamanan publik, kebudayaan dan pariwisata, serta manajemen darurat melakukan pencarian dan pencocokan data bersama.

Pelabuhan Gyirong berada di perbatasan China-Nepal, di wilayah yang oleh Beijing disebut sebagai Daerah Otonomi Xizang (Tibet).

Baca juga :
Korban Tewas Banjir Nepal Capai 691 Orang, Lebih dari 3.000 Masih Hilang

Warga Nepal menjadi kelompok warga asing dengan jumlah terbesar yang masih hilang, yakni 104 orang. India menyusul dengan 49 orang, Latvia 33 orang, Amerika Serikat 18 orang, dan Inggris 15 orang.

Selain itu, enam warga Kanada dan enam warga Australia juga masih hilang. Afrika Selatan mencatat empat orang, sedangkan Malaysia, Jerman, dan Rusia masing-masing tiga orang.

Baca juga :
Nepal Desak Meta dan Tiktok Hapus Konten AI Terkait Banjir Bandang

Irlandia, Estonia, Prancis, Belanda, dan Selandia Baru masing-masing tercatat dua warga yang hilang. Sementara Kazakhstan, Finlandia, Lithuania, Portugal, Ukraina, Spanyol, dan Hungaria masing-masing satu orang.

Pemerintah China telah memberitahukan informasi tersebut kepada kedutaan dan konsulat negara-negara yang warganya masih dinyatakan hilang.

Baca juga :
Nepal Akhirnya Izinkan Tim Penyelamat Asing Masuk

Bencana di sisi China ini terjadi bersamaan dengan rangkaian banjir dan longsor dahsyat di wilayah Nepal yang berada di seberang perbatasan.

Di Nepal, jumlah korban meninggal dunia akibat bencana banjir telah mencapai 734 orang, sementara hampir 2.500 orang masih hilang, berdasarkan angka resmi dan laporan media lokal.

Tingginya jumlah korban hilang membuat proses pencarian dan identifikasi masih menjadi tantangan utama. Tim penyelamat terus bekerja di wilayah terdampak untuk menemukan korban dan memastikan kondisi warga yang sebelumnya terputus kontak.

Bencana di kawasan perbatasan Himalaya tersebut juga berdampak terhadap warga dari berbagai negara, terutama karena kawasan tersebut menjadi jalur aktivitas warga lokal, pekerja, serta wisatawan. (*)
Sumber: Anadolu

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Banjir Bandang Banjir Nepal-China Korban Banjir Longsor Tibet

Terkini | Minggu, 30/08/2026 21:02 WIB

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777