Tim pencarian dan penyelamatan korban bencana gempa bumi di wilayah barat Kolombia bekerja di lokasi yang mengalami kerusakan paling parah (Foto: Anadolu)
Jakarta, Jurnas.com - Korban tewas akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,4 yang mengguncang wilayah barat Kolombia terus bertambah. Laporan terbaru Colombian Association of Capital Cities (Asocapitales) mencatat sedikitnya 234 orang meninggal dunia dan 1.310 lainnya terluka.
Sebanyak 153 bangunan dilaporkan runtuh di sejumlah ibu kota wilayah terdampak. Tim pencarian dan penyelamatan masih bekerja di lokasi yang mengalami kerusakan paling parah, sementara pendataan kerusakan terus dilakukan.
Cali menjadi kota dengan jumlah korban meninggal terbanyak, yakni 95 orang. Pereira menyusul dengan 90 korban jiwa, sementara Quibdo dan Manizales juga melaporkan adanya korban meninggal.
Di Quibdo, sedikitnya sembilan orang meninggal dunia. Kerusakan terjadi pada rumah, fasilitas pendidikan dan kesehatan, serta infrastruktur transportasi, termasuk Technological University of Choco dan bandara kota tersebut.
Di Cali, petugas telah menyelamatkan 86 orang dari lokasi terdampak. Data sementara pemerintah kota mencatat 239 orang dilaporkan masih terjebak, 949 orang terluka dan 95 orang meninggal.
Sebanyak 45 struktur di Cali mengalami kerusakan total atau sebagian. Kerusakan juga dilaporkan terjadi pada 93 bangunan dan rumah serta sejumlah infrastruktur lainnya.
Operasi pencarian dan penyelamatan dipusatkan melalui pos komando di Cali. Tim khusus dari sejumlah kota lain telah didatangkan untuk memperkuat upaya penyelamatan di wilayah terdampak.
Asocapitales menegaskan angka korban masih bersifat sementara dan dapat berubah seiring petugas melakukan pencarian serta verifikasi di wilayah yang paling parah terkena dampak.
Organisasi tersebut juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk mengidentifikasi kebutuhan prioritas dan mempercepat penanganan darurat. Warga diminta tidak memasuki bangunan yang terlihat rusak sebelum dinyatakan aman secara struktural oleh tenaga profesional.
Dampak gempa juga sempat mengganggu aktivitas penerbangan. Kementerian Transportasi Kolombia mengatakan bandara di Cali, Quibdo dan Armenia kini kembali beroperasi setelah sebelumnya ditutup akibat gempa.
Landasan di Pereira, Buenaventura, Cartago dan Manizales juga dinyatakan siap digunakan untuk penerbangan kemanusiaan dan pemerintah. Namun, penerbangan komersial di sejumlah lokasi tersebut masih dibatasi.
Presiden Kolombia Abelardo De La Espriella tiba di Pereira untuk bertemu Wali Kota Mauricio Salazar di Pos Komando Terpadu. Setelah itu, ia dijadwalkan menuju Manizales untuk memantau penanganan bencana.
Pemerintah Kolombia sebelumnya telah menetapkan situasi bencana nasional guna memperkuat mobilisasi dan koordinasi seluruh kapasitas kelembagaan dalam menangani dampak gempa.
Menteri Keuangan Miguel Gomez juga mengatakan pemerintah berencana menerapkan kebijakan darurat ekonomi untuk memperkuat proses pemulihan.
Menurut US Geological Survey, gempa terjadi pada pukul 07.34 waktu setempat atau 12.34 GMT. Pusat gempa berada sekitar 5 kilometer sebelah timur San Jose del Palmar, Departemen Choco.
Gempa tersebut terjadi pada kedalaman sekitar 107 kilometer. Sekitar 44 menit kemudian, gempa susulan berkekuatan magnitudo 5,0 mengguncang wilayah sekitar 16 kilometer sebelah barat San Jose del Palmar.
Dampak gempa dirasakan luas di sejumlah wilayah Kolombia. Penanganan darurat masih berlangsung, sementara bantuan internasional juga telah ditawarkan kepada pemerintah Kolombia.
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyampaikan belasungkawa kepada masyarakat Kolombia dan menyatakan PBB berkoordinasi dengan pemerintah setempat untuk mendukung respons terhadap bencana.
Ia juga berharap warga yang terdampak dapat segera pulih di tengah proses pencarian korban dan penilaian kerusakan yang masih berlangsung. (*)
Sumber: Anadolu
Rabu, 12/08/2026 11:48 WIB
Rabu, 12/08/2026 11:33 WIB
Selasa, 04/08/2026 14:16 WIB