https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Mengapa Ilmu Disebut Harta Paling Berharga?

Vaza Diva | Sabtu, 27/06/2026 04:04 WIB



Pesan ini menunjukkan bahwa Islam mendorong umatnya untuk memiliki sikap terbuka terhadap pengetahuan. Ilustrasi - ini alasan ilmu merupakan harta paling penting menurut Islam (Foto: Pexels/Pixabay)

Jakarta, Jurnas.com - Di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi, pesan yang disampaikan Ali bin Abi Thalib tentang ilmu pengetahuan tetap relevan bagi kehidupan masyarakat modern.

Dalam sebuah riwayat disebutkan:

الْعِلْمُ ضَالَّةُ الْمُؤْمِنِ

Baca juga :
Dua Indikator Utama Seorang Benar-Benar Paham Agama

"Ilmu adalah barang hilang milik mukmin. Dimanapun ia menemukannya, ia berhak mengambilnya."

Hadis yang termuat dalam Bihar al-Anwar Jilid 1 halaman 168 tersebut menggambarkan betapa pentingnya ilmu bagi seorang mukmin.

Baca juga :
Jumat Berkah, Lebih Utama Berbagi di Masjid atau Jalan?

Ali bin Abi Thalib. mengibaratkan ilmu sebagai barang berharga yang hilang dari pemiliknya, sehingga harus dicari dan ditemukan kembali di mana pun keberadaannya.

Pesan ini menunjukkan bahwa Islam mendorong umatnya untuk memiliki sikap terbuka terhadap pengetahuan.

Baca juga :
Ini Syarat Sahnya Sholat Jumat dan Jumlah Minimal Jamaah

Seorang mukmin tidak boleh membatasi diri dalam mencari ilmu hanya karena perbedaan latar belakang, budaya, atau tempat asal suatu pengetahuan. Selama ilmu tersebut membawa manfaat dan kebenaran, maka ia layak dipelajari.

Di era digital saat ini, makna hadis tersebut semakin terasa. Beragam informasi dapat diakses dalam hitungan detik melalui internet dan media sosial.

Namun, kemudahan memperoleh informasi juga menuntut kemampuan untuk memilah antara ilmu yang benar dengan informasi yang menyesatkan.

Ungkapan beliau mengajarkan bahwa mencari ilmu bukan sekadar mengumpulkan informasi, melainkan upaya berkelanjutan untuk menemukan kebenaran dan menggunakannya demi kemaslahatan.

Semangat inilah yang telah mendorong lahirnya berbagai kemajuan dalam bidang pendidikan, sains, dan peradaban Islam sepanjang sejarah.

Bagi seorang mukmin, ilmu bukan hanya sarana untuk meningkatkan kualitas hidup, tetapi juga jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Karena itu, pencarian ilmu tidak mengenal batas usia, tempat, maupun waktu.

Melalui sabda singkatnya, Sayyidina Ali mengingatkan bahwa setiap ilmu yang bermanfaat merupakan harta berharga yang patut dicari dan dimiliki.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Info Keislaman Ilmu Pengetahuan Orang Mukmin Ali bin Abi Thalib

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777