Bangunan runtuh di Filipina usai gempa 7,8 SR (Foto: Associated Press)
Jakarta, Jurnas.com - Sedikitnya 37 orang dilaporkan tewas dan sekitar 500 lainnya mengalami luka-luka pascagempa bumi tektonik bermagnitudo 7,8 yang mengguncang wilayah Filipina selatan pada Senin (8/6) pagi.
Otoritas Pertahanan Sipil Filipina mengonfirmasi bahwa mayoritas korban jiwa disebabkan oleh bencana tanah longsor, tenggelam, serta hantaman reruntuhan puing bangunan.
Menurut Kantor Pertahanan Sipil Filipina, korban jiwa disebabkan oleh tanah longsor yang dipicu oleh gempa, tenggelam, dan luka-luka akibat tertimpa puing-puing yang jatuh atau runtuh. Di Provinsi Sarangani, sebanyak 14 orang tewas ketika tanah longsor menimbun rumah mereka di kaki gunung.
Departemen Pendidikan Filipina menyampaikan bahwa gempa itu berdampak terhadap lebih dari 8.600 sekolah, mengganggu aktivitas pembelajaran bagi lebih dari 4 juta siswa dan lebih dari 150.000 personel sekolah. Departemen Energi Filipina menuturkan bahwa sekitar 864.000 rumah tangga mengalami pemadaman listrik.
Departemen Pekerjaan Umum dan Jalan Raya Filipina memaparkan nilai kerusakan properti yang disebabkan oleh gempa tersebut mencapai 1 miliar peso Filipina (1 peso Filipina setara dengan Rp293) atau sekitar 16,2 juta dolar AS (1 juta dolar AS sama dengan Rp18.171) di General Santos City, kota pelabuhan berpopulasi lebih dari 700.000 jiwa.
Menurut otoritas penerbangan sipil, operasi pendaratan dan lepas landas di Bandar Udara Internasional General Santos saat ini dibatasi hanya untuk penerbangan pemerintah, militer, dan kemanusiaan hingga 11 Juni pukul 18.00 waktu setempat.
Institut Vulkanologi dan Seismologi Filipina (Philippine Institute of Volcanology and Seismology) mengatakan gempa tektonik tersebut terjadi pada pukul 07.37 waktu setempat di kedalaman 33 km, dengan pusat gempa terletak 32 km di sebelah barat daya pesisir wilayah Maasim di Provinsi Sarangani, Pulau Mindanao.
Selasa, 09/06/2026 19:37 WIB
Selasa, 09/06/2026 19:14 WIB
Jum'at, 29/05/2026 14:53 WIB
Selasa, 09/06/2026 10:30 WIB
Senin, 08/06/2026 13:10 WIB