https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Kilas Balik Lahirnya Pancasila dan Sejarah Sidang BPUPKI 1945

Muhammad Habib Saifullah | Senin, 01/06/2026 16:01 WIB



Dalam sidang pertama BPUPKI pada 29 Mei hingga 1 Juni 1945, para tokoh bangsa menyampaikan gagasannya mengenai dasar negara. Monumen Pancasila Sakti di Lubang Buaya, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur (Foto: RRI)

Jakarta, Jurnas.com - 1 Juni menjadi salah satu tonggak sejarah paling penting bagi perjalanan bangsa Indonesia.

Setiap tahunnya, tanggal ini diperingati sebagai Hari Lahir Pancasila, momen di mana fondasi filosofis dan ideologi negara pertama kali dikemukakan demi menyatukan keberagaman suku, ras, dan agama di nusantara.

Namun, bagaimana sebenarnya kilas balik lahirnya lima sila yang kini menjadi pedoman hidup berbangsa kita?

Baca juga :
Jangan Sampai Lupa, Ini Lambang Garuda Pancasila Beserta Maknanya

Merujuk dari berbagai sumber, berikut ini latar belakang dan sejarah di balik peringatan Hari Lahir Pancasila.

Sejarah lahirnya Pancasila tidak bisa dilepaskan dari kekalahan tentara Kekaisaran Jepang di Perang Pasifik.

Baca juga :
Hari Lahir Pancasila, Arief Prahumanto Tulis Surat dari Salemba

Mencoba menarik simpati rakyat Indonesia, penjajah Jepang membentuk Dokuritsu Junbi Cosakai atau Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) pada 1 Maret 1945.

BPUPKI kemudian menggelar sidang pertamanya pada 29 Mei hingga 1 Juni 1945 di Gedung Chuo Sangi In (sekarang Gedung Pancasila, Jakarta). Agenda utama sidang tersebut ialah merumuskan dasar negara Indonesia merdeka.

Baca juga :
PTPN I: Pancasila Jangkar Moral Hadapi Tantangan Global

Selama tiga hari pertama, sidang sempat berjalan alot karena para anggota terlibat dalam diskusi panjang mengenai orientasi dan bentuk negara.

Dalam sidang pertama BPUPKI itu, para tokoh bangsa menyampaikan gagasannya mengenai dasar negara. Pada tanggal 1 Juni 1945, Ir. Soekarno menyampaikan pidato dan mengusulkan lima prinsip sebagai dasar negara:

1. Kebangsaan Indonesia

2. Internasional atau Perikemanusiaan

3. Mufakat atau Demokrasi

4. Kesejahteraan sosial

5. Ketuhanan Yang Maha Esa.

"Namanya bukan Panca Dharma, tetapi saya namakan ini dengan petunjuk seorang teman kita ahli bahasa, namanya ialah Pancasila. Sila artinya asas atau dasar, dan di atas kelima dasar itulah kita mendirikan negara Indonesia, kekal dan abadi," ujar Bung Karno dalam pidatonya pada 1 Juni 1945.

Momen pidato pada 1 Juni inilah yang kemudian dianggap sebagai momen lahirnya istilah "Pancasila" yang berasal dari bahasa Sanskerta, yakni "panca" yang berarti lima dan "sila" yang berarti prinsip atau dasar.

Meski begitu, penetapan 1 Juni sebagai Hari lahir Pancasila baru ditetapkan secara resmi puluhan tahun kemudian melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 24 Tahun 2016 oleh Presiden Joko Widodo.

Tanggal 1 Juni ditetapkan sebagai Hari Lahir Pancasila karena pada tanggal tersebut Soekarno pertama kali menyampaikan konsep dasar negara Indonesia yang diberi nama Pancasila dalam sidang BPUPKI pada tahun 1945.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Hari Lahir Pancasila 1 Juni Sejarah Pancasila Sejarah BPUPKI

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777