Sekjen DPP Partai Golkar, M. Sarmuji. (Foto: Dok. Ist)
Jakarta, Jurnas.com - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar angkat bicara terkait lagu “MBG, Mas Bahlil Ganteng” yang belakangan viral di media sosial.
Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Muhammad Sarmuji menilai lagu tersebut merupakan bentuk kreativitas masyarakat dalam mengapresiasi kerja Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sekaligus Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia.
Menurut Sarmuji, lagu itu tidak mengandung unsur penghinaan ataupun body shaming seperti yang dipersepsikan sebagian pihak.
“Lagunya sendiri cukup cute dan menghibur,” kata Sarmuji dalam keterangannya, Kamis (28/5).
Ia mengaku menerima banyak pertanyaan dari wartawan terkait makna lagu tersebut, khususnya soal anggapan adanya unsur bullying dalam liriknya.
Namun demikian, Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI itu menegaskan dirinya tidak melihat adanya nada sarkastis dalam lagu tersebut.
“Mas Bahlil Ganteng bagi saya bukan body shaming dan bukan sarkastis. Saya yang mengenal dengan baik budaya dan sastra Jawa dengan ‘sanepan’, satu pemaknaan yang berkebalikan dari makna leksikal, alarm saya pasti menyala jika ada unsur sarkastis,” ujarnya.
Sarmuji menjelaskan, dalam budaya Jawa dikenal sejumlah ungkapan yang menggunakan makna terbalik sebagai bentuk sindiran halus. Akan tetapi, menurut dia, lagu “Mas Bahlil Ganteng” tidak memiliki nuansa seperti itu.
Ia justru memaknai kata “ganteng” sebagai representasi dari kinerja dan capaian Bahlil selama memimpin Kementerian ESDM.
“Bagi saya kerja-kerja Pak Bahlil selama ini bisa diwakilkan dengan kata keren, cakep, bagus atau semisalnya,” tandasnya.
Selasa, 19/05/2026 13:31 WIB