Tokoh Muhammadiyah, Din Syamsuddin
Jakarta, Jurnas.com - Tokoh Muhammadiyah, Din Syamsuddin, mengingatkan agar perbedaan pilihan politik, organisasi, maupun pandangan keagamaan tidak menjadi pemicu perpecahan umat Islam.
Pesan itu disampaikan Din saat menyampaikan khutbah Shalat Idul Adha 1447 Hijriah di Masjid Agung Al Azhar, Rabu, 27 Mei 2026.
"Janganlah umat ini, hanya karena perbedaan organisasi, hanya karena perbedaan paham keagamaan, hanya karena perbedaan aspirasi dan kepentingan politik, kemudian kita terjebak pada perpecahan di antara kita," kata dia.
Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah itu menilai keberagaman organisasi Islam di Indonesia seharusnya menjadi kekuatan untuk menjaga persatuan dan kesatuan umat, bukan sebaliknya memicu konflik internal.
Menurut Din, pertikaian di kalangan umat hanya akan membawa kegagalan. Dia pun mengutip pesan Al-Qur’an agar umat tidak saling bertikai karena dapat menghilangkan kewibawaan dan kekuatan umat Islam.
"Jangan berkonflik, jangan bertikai, karena kalian akan gagal dan kewibawaan; kehebatan kalian sebagai umat Islam akan hilang," ucapnya
Dalam kesempatan itu, Din berbicara tentang status Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia. Menurutnya, hal itu belum berbanding lurus dengan kualitas di berbagai bidang.
"Umat Islam di Indonesia dewasa ini masih menghadapi masalah besar, yaitu adanya kesenjangan antara kuantitas dan kualitas. Jumlah umat Islam yang besar, tetapi belum disertai dengan kualitas," kata Din.
Dia menyebut umat Islam saat ini masih tertinggal dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari sosial, politik, hingga ekonomi. Posisi umat Islam saat ini bahkan terpinggirkan.
"Namun, jika kita amati secara jujur, dalam kehidupan nasional umat Islam belum berperan, umat Islam belum menentukan, umat Islam bahkan terpinggirkan khususnya dalam bidang ekonomi," katanya.
Menanggapi berbagai perbedaan yang sering muncul di tengah masyarakat, Din mengajak umat untuk mengedepankan prinsip yang penuh toleransi. Dia menekankan bahwa dalam menghadapi perbedaan, prinsip persaudaraan harus tetap dijunjung tinggi.
Oleh karena itu, Din mengajak seluruh umat untuk bangkit menampilkan peran kebangsaannya. Dia menekankan bahwa tanggung jawab umat Islam saat ini adalah memajukan dan membebaskan Indonesia dari segala bentuk kemungkaran guna mewujudkan cita-cita para pendiri bangsa.
"Jika para pahlawan yang terdiri dari para ulama pada masa lampau telah mengorbankan diri untuk menegakkan negara tercinta. Inilah saatnya bagi kita umat Islam juga untuk menampilkan pengorbanan bagi kemajuan bangsa dan negara kita," ujar mantan ketua umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu.
Selasa, 19/05/2026 13:31 WIB