https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Rupiah Sentuh Rp17.800 per Dolar AS, Purbaya Yakin Masih Aman

Gery David Sitompul | Rabu, 27/05/2026 12:20 WIB



Nilai tukar rupiah makin tertekan hingga menembus level Rp17.800 per dolar AS pada perdagangan hari ini Rabu, 27 Mei 2026. Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: Ist)

Jakarta, Jurnas.com - Nilai tukar rupiah makin tertekan hingga menembus level Rp17.800 per dolar AS pada perdagangan hari ini Rabu, 27 Mei 2026. Meski demikian, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan kondisi tersebut masih dalam kendali pemerintah dan tidak mengganggu stabilitas APBN.

Kurs rupiah ditutup melemah 52 poin atau 0,29 persen ke level Rp17.796 per dolar AS pada hari ini, dari posisi sebelumnya Rp17.744 per dolar AS. Sementara kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia juga melemah ke Rp17.789 per dolar AS.

Saat ditanyai hasil simulasi stress test Kementerian Keuangan untuk pelemahan rupiah, Purbaya sempat menjawabnya dengan sedikit bercanda.

Baca juga :
Kejagung Usut Dugaan Manipulasi Harga Ekspor Sawit Libatkan 10 Perusahaan

"Ya saya stres, hahaha," ujarnya di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jakarta, Rabu.

Meski begitu, ia menegaskan pemerintah sudah menghitung dampak pelemahan rupiah secara matang sehingga tidak perlu melakukan perhitungan ulang terhadap APBN. Termasuk dengan mempertimbangkan harga minyak dunia yang terus melonjak.

Baca juga :
Menkeu Purbaya Sebut Penerimaan Pajak Tahun Ini Naik 16,1 Persen

"Kita sudah hitung. Pada waktu simulasi (harga minyak dunia) USD 100 juta per barel itu, asumsi rupiahnya juga sudah kita perhitungkan. Jadi enggak ada masalah, saya enggak harus hitung ulang APBN-nya," ungkapnya.

Purbaya menjelaskan pemerintah juga terus menjaga stabilitas pasar keuangan, salah satunya lewat intervensi di pasar obligasi agar yield tetap terkendali dan investor asing tetap percaya terhadap pasar domestik.

Baca juga :
Pemerintah Siapkan Insentif Pembelian 200.000 Kendaraan Listrik

"Walaupun rupiah melemah, kan bond, yield-nya turun. Karena aksi dari pemerintah untuk sedikit membeli, supaya yield-nya agak terkendali. Jadi selama bond market terkendali, kemampuan investor untuk asing ya utamanya untuk melakukan investasi, dan pasti juga bond kita akan terjaga juga," urainya.

"Kita sudah mulai melihat ada yang masuk modal asing ke pasar obligasi kita. Dan ke depan akan ada tindakan pemerintah lagi yang akan membantu nilai tukar rupiah secara lebih signifikan," kata Purbaya.

Tekanan terhadap rupiah sendiri dipicu meningkatnya tensi geopolitik global, terutama setelah Amerika Serikat melancarkan serangan baru terhadap fasilitas militer Iran selatan.

Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi menilai eskalasi konflik tersebut memicu kekhawatiran pasar terhadap stabilitas kawasan Timur Tengah dan jalur perdagangan energi dunia.

Menurut Ibrahim, kondisi tersebut berpotensi memperumit negosiasi damai antara AS dan Iran, meski sebelumnya kedua negara sempat mencapai kesepakatan kerangka kerja untuk mengakhiri perang dan membuka kembali Selat Hormuz.

Ia mengingatkan pelemahan rupiah dapat berdampak langsung terhadap dunia industri, terutama sektor yang bergantung pada bahan baku impor. Tekanan biaya produksi dinilai berpotensi memicu efisiensi hingga pemutusan hubungan kerja (PHK).

Kementerian Ketenagakerjaan mencatat jumlah pekerja terdampak PHK mencapai 15.425 orang sepanjang Januari hingga April 2026.

“Tekanan terhadap industri bukan hanya dipicu pelemahan rupiah, namun konflik geopolitik global juga mendorong kenaikan harga BBM industri non subsidi yang turut menambah biaya produksi perusahaan,” kata Ibrahim.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Menteri Keuangan Harga Rupiah Merosot Dolar Naik Purbaya Yudhi Sadewa

Terkini | Senin, 03/08/2026 02:19 WIB

Humanika

3 Agustus 2026: Cek Daftar Peringatan Hari Ini

News

Korban Gempa Jepang Bertambah Jadi 38 Orang, Ribuan Warga Belum Bisa Pulang

News

Partai Gelora Luncurkan Desk Verifikasi Partai Politik

News

Korban Kebakaran KMP Mutiara Santosa 2: 227 Selamat, Lima Meninggal Dunia

News

Kebakaran KMP Mutiara Santosa 2: 4 Penumpang Tewas, 218 Lainnya Selamat

News

Komdigi Tegur YouTube Imbas Promosi Vape Libatkan Anak, Beri Tenggat 3 Hari

Info Bank BNI

BNI Dukung Akad Massal 62.710 KPR Rumah Subsidi

Gaya Hidup

Studi: Konsumsi Protein Berlebih Tanpa Olahraga Berpotensi Percepat Penuaan

Gaya Hidup

Korsel Catat Suhu Terpanas Sepanjang Sejarah, Tembus 42,5 Derajat Celsius

Gaya Hidup

Fenomena Langka 12 Agustus 2026, Ada Gerhana Matahari hingga Hujan Meteor

News

BGN: TEP 2026 Jadi Mitra Strategis Sukseskan Program MBG di Wilayah 3T

News

Kemenkop Dorong TEP 2026 Jadi Agen Perubahan Koperasi Kawasan Transmigrasi

News

Komdigi: Indonesia dan India Buka Babak Baru Kemitraan Digital

Humanika

Kumpulan Doa Memohon Jodoh Terbaik dalam Islam Lengkap dengan Artinya

News

Kemkomdigi Imbau Masyarakat Makin Cermat Periksa Konten di Ruang Digital

Gaya Hidup

Studi Ungkap Kurangi Hoaks di Medsos Tak Otomatis Ubah Keyakinan Pengguna

Gaya Hidup

Ini 6 Aktivitas Quality Time Ayah dan Anak yang Bikin Makin Dekat

Gaya Hidup

Makanan Dihinggapi Lalat, Apakah Masih Aman Dimakan?

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777