https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Warga Gaza Kembali Jalani Idul Adha Tanpa Sembelih Kurban

Muhammad Habib Saifullah | Selasa, 26/05/2026 17:01 WIB



Untuk tahun ketiga berturut-turut, warga Gaza tidak pergi ke pasar ternak untuk memilih hewan kurban. Warga Palestina memeriksa lokasi serangan Israel terhadap sebuah rumah di Kota Gaza (Foto: REUTERS)

Gaza, Jurnas.com - Menjelang Idul Adha yang di banyak dunia Muslim identik dengan kebersamaan dan perayaan, bagi Ahmed Nashwan, seorang pria Palestina dari Jalur Gaza, hari raya itu justru mengingatkan akan penderitaan dan kesedihan yang disebabkan oleh perang.

Untuk tahun ketiga berturut-turut, dia tidak pergi bersama para saudara laki-lakinya dan putra-putranya ke pasar ternak untuk memilih hewan kurban, salah satu tradisi paling ikonik dari Idul Adha.

"Sebelum perang, Idul Adha merupakan momen penuh kebahagiaan bagi kami," kata Nashwan kepada Xinhua. "Kami biasanya berkumpul sebagai keluarga untuk memilih hewan kurban, mempersiapkan hari raya, dan membagikan daging kepada kerabat serta keluarga miskin."

Baca juga :
Mengintip 7 Tradisi Menyambut Idul Adha di Berbagai Negara

Idul Adha yang berlangsung selama empat hari, yang akan dimulai pada pekan ini, merupakan satu dari dua hari raya besar umat Muslim dan ditandai dengan penyembelihan hewan ternak bagi mereka yang mampu.

"Kini, hari raya itu bagi kami hanya tinggal doa dan kenangan," kata Nashwan, "karena tidak ada ternak yang masuk ke Gaza, dan sebagian besar orang hampir tidak mampu memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari."

Baca juga :
Berbagai Tradisi di Indonesia saat Hari Arafah

Meski gencatan senjata tercapai antara Hamas dan Israel pada Oktober 2025, Israel tetap mempertahankan pembatasan ketat di jalur itu, yang sangat membatasi arus barang masuk ke daerah kantong tersebut. Bahkan ternak seperti domba dan anak sapi, yang penting untuk kurban Idul Adha, masih sulit diperoleh dan jumlahnya jauh dari kebutuhan masyarakat setempat.

Menurut Maher al-Tabbaa, direktur Kamar Dagang Gaza, harga seekor hewan kurban melonjak dari sekitar 500 dolar AS (1 dolar AS = Rp17.736) sebelum perang menjadi sekitar 6.000 hingga 7.000 dolar AS saat ini, jauh di luar daya beli sebagian besar penduduk.

Baca juga :
Selain Puasa, 7 Amalan Ini Sangat Dianjurkan di Hari Arafah

Mohammed al-Hissi (40), seorang ayah empat anak dari Gaza City, mengatakan kepada Xinhua bahwa hewan kurban menjadi hampir tidak mungkin diperoleh karena kelangkaan parah dan harga yang melonjak.

"Idul Adha dulunya selalu menjadi salah satu masa paling membahagiakan bagi keluarga kami. Anak-anak saya biasanya bangun pagi, mengenakan pakaian baru, dan menemani saya mengunjungi kerabat setelah kami membagikan daging," katanya.

"Tetapi saat ini, semuanya telah berubah akibat perang dan memburuknya kondisi kemanusiaan di Gaza," jelasnya. "Sebagian besar keluarga tidak lagi dapat memikirkan untuk membeli hewan kurban karena harganya sangat tinggi dan masyarakat telah kehilangan pendapatan serta rumah mereka."

Di Gaza selatan, Mohammed Shallah berdiri di samping makam ayahnya, yang tewas dalam sebuah serangan udara Israel di Khan Younis, sembari mengenang tradisi keluarga saat Idul Adha di tahun-tahun sebelumnya.

"Dulu, kami pergi bersama ayah dan kerabat saya untuk memilih hewan kurban," kata Shallah (22) kepada Xinhua, seraya menambahkan bahwa dia tidak lagi mampu melanjutkan tradisi yang dulunya selalu diamalkan ayahnya.

"Bahkan jika ternak masih bisa ditemukan, harganya sangat mahal," katanya. "Saya tidak lagi mampu membeli hewan kurban sama sekali."

Pedagang ternak Salah Afana membenarkan kepada Xinhua bahwa harga telah naik beberapa kali lipat sejak meletusnya perang, sementara permintaan hewan kurban "hampir tidak ada lagi" akibat kemiskinan yang meluas.

"Banyak hewan mati karena serangan udara, kekurangan pakan, dan kolapsnya layanan veteriner. Pada saat bersamaan, tidak ada ternak yang masuk ke Gaza akibat penutupan perlintasan," tambahnya.

Raafat Asaliya, juru bicara Kementerian Pertanian yang dikelola Hamas, mengatakan bahwa daerah kantong itu sebelum perang biasanya mengimpor sekitar 10.000 hingga 20.000 anak sapi dan sekitar 30.000 hingga 40.000 domba setiap tahun menjelang Idul Adha.

"Dengan adanya perang dan penutupan perlintasan, impor berhenti total," kata Asaliya kepada Xinhua, seraya menambahkan bahwa banyak peternakan, kandang, dan gudang pakan telah hancur selama perang.

Penghancuran area penghasil ternak di Gaza timur berdampak parah terhadap ketersediaan hewan kurban, kata al-Tabbaa.

"Penduduk Gaza telah kehilangan akses terhadap hewan kurban selama tiga tahun berturut-turut," ujarnya. "Tidak ada yang tahu berapa banyak lagi Idul Adha tanpa kurban yang harus dijalani warga Gaza."

Sumber: Xinhua

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Idul Adha Warga Gaza Penyembelihan Kurban Palestina Israel

Terkini | Senin, 03/08/2026 05:29 WIB

Humanika

Satu Sikap yang Bisa Buat Hati Anda Tenang

Gaya Hidup

Hari Semangka Sedunia Setiap 3 Agustus, Ini Sejarahnya

Kesehatan

Mengapa Hari Kesadaran Syndrome Cloves Diperingati Setiap 3 Agustus?

Humanika

3 Agustus 2026: Cek Daftar Peringatan Hari Ini

News

Korban Gempa Jepang Bertambah Jadi 38 Orang, Ribuan Warga Belum Bisa Pulang

News

Partai Gelora Luncurkan Desk Verifikasi Partai Politik

News

Korban Kebakaran KMP Mutiara Santosa 2: 227 Selamat, Lima Meninggal Dunia

News

Kebakaran KMP Mutiara Santosa 2: 4 Penumpang Tewas, 218 Lainnya Selamat

News

Komdigi Tegur YouTube Imbas Promosi Vape Libatkan Anak, Beri Tenggat 3 Hari

Info Bank BNI

BNI Dukung Akad Massal 62.710 KPR Rumah Subsidi

Gaya Hidup

Studi: Konsumsi Protein Berlebih Tanpa Olahraga Berpotensi Percepat Penuaan

Gaya Hidup

Korsel Catat Suhu Terpanas Sepanjang Sejarah, Tembus 42,5 Derajat Celsius

Gaya Hidup

Fenomena Langka 12 Agustus 2026, Ada Gerhana Matahari hingga Hujan Meteor

News

BGN: TEP 2026 Jadi Mitra Strategis Sukseskan Program MBG di Wilayah 3T

News

Kemenkop Dorong TEP 2026 Jadi Agen Perubahan Koperasi Kawasan Transmigrasi

News

Komdigi: Indonesia dan India Buka Babak Baru Kemitraan Digital

Humanika

Kumpulan Doa Memohon Jodoh Terbaik dalam Islam Lengkap dengan Artinya

News

Kemkomdigi Imbau Masyarakat Makin Cermat Periksa Konten di Ruang Digital

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777