https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Tren Liburan di AS Merosot Imbas Kenaikan Kenaikan Bahan Bakar

Mutiul Alim | Kamis, 02/04/2026 23:51 WIB



Tren pergi liburan di Amerika Serikat (AS) mengalami penurunan imbas perang di Timur Tengah, yang mengacaukan rute penerbangan internasional Sebuah jet penumpang United Airlines lepas landas dengan latar belakang Kota New York, di Bandara Internasional Newark Liberty, New Jersey, pada 6 Desember 2019. (Foto: Reuters/Chris Helgren)

Los Angeles, Jurnas.com - Tren pergi liburan di Amerika Serikat (AS) mengalami penurunan imbas perang di Timur Tengah, yang mengacaukan rute penerbangan internasional dan memicu kenaikan biaya bahan bakar.

Menurut survei yang dirilis oleh Conference Board, persentase konsumen AS yang merencanakan liburan ke luar negeri atau perjalanan darat di dekat rumah menurun pada Maret.

Hanya kurang dari 17 persen yang berniat melakukan perjalanan internasional dalam enam bulan ke depan. Angka ini merupakan yang terendah sejak akhir tahun 2022.

Baca juga :
Harga Minyak Mentah RI Melonjak Jadi USD117,31 per Barel

Hal itu akan menandai perubahan perilaku setelah periode pasca pandemi Covid-19, saat warga Amerika menghabiskan banyak uang untuk perjalanan ke tempat-tempat jauh dan dekat.

Gangguan akibat perang hanyalah tantangan terbaru yang dihadapi konsumen yang sudah bergulat dengan pasar tenaga kerja yang lebih lemah, inflasi yang terus-menerus, dan dolar yang lebih tipis.

Baca juga :
Trump Klaim Perdamaian dengan Iran Semakin Dekat

"Kita harus melihat kenaikan harga bensin sebagai bagian dari gambaran yang lebih besar. Kenaikan harga tiket pesawat mungkin hanya menjadi pemicu terakhir," kata Direktur Nasional Analitik Perhotelan di CoStar Group, dikutip dari Bloomberg pada Kamis (2/4).

Meskipun maskapai penerbangan AS sejauh ini mengalami lonjakan pelanggan, doan tetap mencoba menetapkan tarif penerbangan yang lebih murah sebelum lonjakan harga migas, beberapa pihak memperingatkan tantangan yang akan datang.

Baca juga :
Presiden Lebanon Siap Tempuh Cara Mustahil Setop Perang

Menurut analisis data harga dari Deutsche Bank AG, harga tiket pesawat transatlantik untuk penerbangan 21 hari ke depan sudah naik sekitar US$200 rata-rata dibandingkan bulan lalu.

United Airlines Holdings Inc pekan lalu memperingatkan bahwa perusahaan tampaknya harus menaikkan harga tiket hingga 20 persen jika harga bahan bakar jet tetap tinggi.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Krisis Migas Tren Liburan AS Konflik Timur Tengah

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777