https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Aluminium Bahrain Cek Tingkat Kerusakan Smelter pasca Serangan Iran

Mutiul Alim | Minggu, 29/03/2026 16:35 WIB



Alumnium Bahrain (Alba) melakukan pengecekan tingkat kerusakan smelter di Bahrain dan Uni Emirat Arab (UEA), pasca terkena serangan drone dan rudal Iran Pabrik Aluminium Bahrain terkena serangan Iran (Foto: ALBA via Straits Times)

Manama, Jurnas.com - Alumnium Bahrain (Alba) melakukan pengecekan tingkat kerusakan smelter di Bahrain dan Uni Emirat Arab (UEA), pasca terkena serangan drone dan rudal Iran pada Sabtu (28/3) kemarin.

Menurut laporan Reuters pada Minggu (29/3), dua karyawan Aluminium Bahrain terluka dalam serangan terhadap fasilitas salah peleburan dan produsen aluminium terbesar di dunia tersebut.

Sebagian besar produsen aluminium Teluk, yang menyumbang sekitar 9 persen dari pasokan global, tidak dapat mengirim ke pasar dunia melalui Selat Hormuz sejak perang AS-Israel terhadap Iran dimulai lantaran diblokir Teheran.

Baca juga :
Trump Paksa Saudi Akui Israel dan Teken Perjanjian Abraham

Di UEA, Emirates Global Aluminium (EGA) yang merupakan salah satu rekanan regional Alba, mengalami kerusakan signifikan. EGA adalah produsen logam terbesar di Timur Tengah dan Alba mengoperasikan peleburan satu lokasi terbesar di dunia.

Serangan peleburan adalah bagian dari serangan Iran yang lebih luas terhadap infrastruktur ekonomi penting Teluk, yang telah menargetkan kilang minyak, pelabuhan komersial, bandara, dan jalur pelayaran.

Baca juga :
Rudal Iran Hantam Zona Industri UEA, Lima Orang Terluka

Korps Pengawal Revolusi Islam Iran menargetkan smelter aluminium Alba dan EGA Al Taweelah sebagai tanggapan atas serangan terhadap dua pabrik baja Iran, dan dianggap berhubungan dengan perusahaan militer dan aeronautika AS.

Kedua perusahaan adalah pemasok utama untuk sektor kedirgantaraan global. EGA, yang memproduksi paduan premium yang digunakan oleh raksasa penerbangan seperti Boeing dan Airbus, mengatakan pada 2025 akan membangun smelter senilai US$4 miliar (S$5,15 miliar) di Oklahoma.

Baca juga :
Taiwan Khawatir Dicaplok China jika AS Sibuk Berperang

Dan pada bulan ini, Alba memulai penutupan tiga jalur peleburan aluminium yang menyumbang 19 persen dari kapasitasnya, untuk menjaga kelangsungan bisnis di tengah gangguan yang sedang berlangsung di Selat Hormuz.

Diketahui, AS mengandalkan negara-negara Teluk untuk 10 persen impor aluminium utamanya, atau 171.400 ton pada 2025, menurut data dari Trade Data Monitor. Sementara UEA adalah pemasok terbesar ketiga setelah Kanada dan Afrika Selatan, dengan mengirimkan 157.566 ton.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Perang AS vs Iran Aluminium Bahrain Alba Smelter UEA

Terkini | Minggu, 05/04/2026 14:10 WIB

Terpopuler

Kamis, 02/04/2026 01:01 WIB
Humanika

2 April 2026, Cek Daftar Peringatan Hari Ini

Minggu, 05/04/2026 09:05 WIB
Gaya Hidup

10 Ucapan Selamat Paskah 2026 yang Penuh Makna

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777