https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Studi Ungkap Kehilangan Kromosom Y Bisa Tingkatkan Risiko Penyakit Serius

Agus Mughni | Rabu, 25/03/2026 11:50 WIB



Temuan baru menunjukkan bahwa kromosom ini memiliki peran lebih luas dalam proses penuaan dan perkembangan penyakit pada pria Ilustrasi kromosom Y pada pria (Foto: NewsBytes)

Jakarta, Jurnas.com - Penelitian terbaru menunjukkan bahwa perubahan kecil dalam tubuh dapat berdampak besar terhadap kesehatan jangka panjang, termasuk pada pria.

Studi dari La Trobe University mengungkap bahwa hilangnya kromosom Y seiring bertambahnya usia berpotensi meningkatkan risiko penyakit serius hingga memengaruhi harapan hidup.

Selama ini, kromosom Y dianggap kurang penting karena jumlah gennya lebih sedikit dibanding kromosom lain. Namun, temuan baru menunjukkan bahwa kromosom ini memiliki peran lebih luas dalam proses penuaan dan perkembangan penyakit pada pria.

Baca juga :
Banyak Pria Kehilangan Kromosom Y, Apa Penyebab dan Dampaknya?

Dikutip dari Earth, seiring bertambahnya usia, sebagian sel dalam tubuh pria mulai kehilangan kromosom Y secara bertahap. Kondisi ini dikenal sebagai mosaikisme, yakni ketika tubuh memiliki campuran sel normal dan sel tanpa kromosom Y.

Data menunjukkan bahwa fenomena ini cukup umum terjadi pada pria lanjut usia. Sekitar 40 persen pria berusia 60-an mengalami kehilangan kromosom Y, dan angkanya meningkat menjadi sekitar 57 persen pada usia 90 tahun.

Selain faktor usia, gaya hidup juga turut memengaruhi proses ini. Kebiasaan merokok serta paparan bahan kimia berbahaya diketahui dapat meningkatkan risiko hilangnya kromosom Y, terutama pada sel yang sering membelah.

Meski berukuran kecil dan hanya memiliki sekitar 51 gen pengkode protein, kromosom Y ternyata berperan penting dalam berbagai sistem tubuh. Sebelumnya, kromosom ini hanya dikaitkan dengan fungsi reproduksi, namun kini diketahui turut memengaruhi sistem lain.

Sejumlah penelitian mengaitkan kehilangan kromosom Y dengan penyakit serius seperti penyakit jantung, kanker, hingga gangguan otak seperti Alzheimer’s disease. Bahkan, kondisi ini juga diduga berkontribusi pada tingkat keparahan infeksi COVID-19 pada pria.

Dalam studi kanker, banyak sel tumor ditemukan tidak memiliki kromosom Y. Kondisi ini dikaitkan dengan tingkat kelangsungan hidup yang lebih rendah, karena hilangnya kromosom tersebut dapat melemahkan mekanisme tubuh dalam menekan pertumbuhan kanker.

Meski demikian, para ilmuwan masih meneliti apakah kehilangan kromosom Y menjadi penyebab langsung penyakit atau hanya terjadi bersamaan dengan proses penyakit. Faktor genetik juga diketahui berperan, dengan sekitar sepertiga variasi kondisi ini dipengaruhi oleh faktor keturunan.

Penelitian eksperimental menunjukkan adanya kemungkinan dampak langsung terhadap kesehatan. Dalam uji coba pada hewan, sel darah tanpa kromosom Y dikaitkan dengan gangguan fungsi jantung dan masalah terkait penuaan.

Lebih lanjut, kromosom Y mengandung gen penting seperti SRY yang bekerja tidak hanya dalam perkembangan pria, tetapi juga di organ lain seperti otak. Gen ini bahkan dikaitkan dengan gangguan seperti Parkinson, sekaligus berperan dalam mengatur aktivitas gen lain dan menekan pertumbuhan tumor.

Penemuan ini mengubah cara pandang terhadap kromosom Y yang sebelumnya dianggap minim fungsi. Kini, kromosom kecil tersebut justru dinilai menyimpan kunci penting untuk memahami perbedaan risiko penyakit antara pria dan perempuan.

Seiring penelitian yang terus berkembang, para ilmuwan berharap temuan ini dapat membuka jalan bagi deteksi dini risiko penyakit dan pengembangan terapi baru.

Dengan demikian, pemahaman tentang kromosom Y berpotensi menjadi faktor penting dalam meningkatkan kualitas dan harapan hidup pria. (*)

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Kehilangan kromosom Y Pria lanjut usia Loss of Y

Terkini | Rabu, 21/10/2026 15:26 WIB

Gaya Hidup

Hujan Meteor Orionid Puncak 21–22 Oktober, Ini Waktu Terbaik Mengamatinya

Ekonomi

Ubah Peta Jalan Teknologi Jadi Investasi Berdampak, Ini Kata Danantara

News

Komisi VIII Dorong BNPB Perkuat Mitigasi Karhutla Hadapi El Nino

News

Puan Soroti Bullying Anak Makin Parah, Desak Evaluasi Sistem Perlindungan

News

KPK Tetapkan 2 Tersangka Baru dalam Pengembangan Korupsi Rejang Lebong

News

BNPB Catat 5 Kejadian Karhutla, 78,55 H Lahan di Sulsel-Jatim Masih Membara

News

KPK Sita Uang Tunai dan Perhiasan dari Rumah Dinas Bupati Klaten

News

Komisi III Desak Polri Tindak Tegas Kejahatan Pasar Modal

News

Legislator Golkar Dorong Karhutla Ditetapkan Sebagai Bencana Nasional

News

Militer Lebanon Bantah Tuduhan Israel soal Pelucutan Senjata Hizbullah

News

Prancis Perpanjang Jam Malam di Sejumlah Kota Usai Kerusuhan Demonstrasi

Ototekno

Profil KMP Batumandi, Kapal Eksekutif yang Terbakar di Selat Sunda

News

Terus Bertambah, Korban Serangan Israel di Gaza Jadi 74.480 tewas

News

Legislator Golkar Minta Korporasi Asing Terlibat Karhutla Ditindak Tegas

News

Anggota DPR Ingatkan Bahaya Sawitisasi Lahan Bekas Karhutla

News

73 Tewas Akibat Serangan Houthi ke Pangkalan Militer

Humanika

Bacaan Dzikir yang Dianjurkan Setelah Sholat Lengkap dengan Artinya

Humanika

Ini Harta Paling Berharga Seorang Mukmin dalam Hadis

Terpopuler

Selasa, 20/10/2026 09:37 WIB
News

Daftar Tuntutan Demo Mahasiswa Hari Ini

Selasa, 20/10/2026 01:01 WIB
Humanika

20 Oktober 2026: Cek Daftar Peringatan Hari Ini

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777