https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Roket Rusia ke ISS Alami Gangguan Antena, Astronaut Siapkan Kendali Manual

Agus Mughni | Selasa, 24/03/2026 07:59 WIB



- Misi logistik ke International Space Station kembali menghadapi tantangan setelah pesawat kargo Rusia mengalami gangguan teknis di orbit Roket Rusia (Foto: Via Live Science)

Jakarta, Jurnas.com - Misi logistik ke International Space Station kembali menghadapi tantangan setelah pesawat kargo Rusia mengalami gangguan teknis di orbit. Insiden ini memaksa awak di luar angkasa menyiapkan skenario cadangan untuk memastikan suplai penting tetap sampai tujuan.

Pesawat tanpa awak bernama Progress 94 diluncurkan menggunakan roket Soyuz dari Kosmodrom Baikonur pada 22 Maret. Misi ini membawa sekitar 2,5 ton logistik, termasuk makanan, air, bahan bakar, oksigen, hingga peralatan ilmiah dan medis.

Namun sekitar 40 menit setelah peluncuran, salah satu antena utama pesawat gagal mengembang dengan sempurna. Padahal, komponen tersebut krusial untuk sistem navigasi otomatis saat proses docking ke modul Rusia di ISS.

Baca juga :
Bertemu di Pusat Peluncuran Roket Rusia, Putin-Kim Saling Sapa Kawan

Dikutip dari Live Science, akibatnya, prosedur penyambungan otomatis yang biasanya berlangsung presisi kini tidak dapat dilakukan. Tanpa antena tersebut, pesawat tidak mampu melakukan pendekatan dan penyelarasan posisi secara mandiri.

Sebagai langkah antisipasi, badan antariksa NASA menyebut seorang kosmonaut akan mengambil alih kendali secara manual menggunakan sistem cadangan dari dalam stasiun. Metode ini memungkinkan pesawat tetap diarahkan hingga berhasil merapat dengan aman.

Baca juga :
Roket Rusia Berhasil Mengorbit Teleskop Eropa di Luar Angkasa

Kosmonaut Sergey Kud-Sverchkov yang saat ini berada di ISS disiapkan untuk menjalankan prosedur tersebut. Ia merupakan astronot berpengalaman yang sebelumnya telah menjalani misi panjang di orbit dan memahami sistem docking manual Rusia.

Meski mengalami gangguan, sebagian besar sistem lain pada pesawat dilaporkan masih berfungsi normal. Upaya perbaikan dan evaluasi terus dilakukan sembari menunggu keputusan akhir apakah docking dilakukan secara otomatis terbatas atau sepenuhnya manual.

Insiden ini menambah daftar tantangan dalam misi Progress 94 yang sebelumnya juga sempat tertunda dari jadwal peluncuran awal pada akhir 2025. Penundaan kala itu terjadi akibat kerusakan pada landasan peluncuran yang harus diperbaiki sebelum misi dilanjutkan.

Di sisi lain, kejadian ini mencerminkan kompleksitas operasi di orbit rendah Bumi yang sangat bergantung pada presisi teknologi. Bahkan gangguan kecil seperti kegagalan antena dapat berdampak besar terhadap keseluruhan misi.

Beberapa bulan terakhir, aktivitas di ISS memang diwarnai berbagai kendala teknis dan operasional. Mulai dari evakuasi medis darurat hingga misi yang tertunda, semuanya menunjukkan bahwa eksplorasi luar angkasa masih penuh risiko.

Situasi serupa juga terjadi pada program lain, termasuk misi berawak dan stasiun luar angkasa milik negara lain. Hal ini menegaskan bahwa keandalan sistem dan kesiapan skenario darurat menjadi faktor krusial dalam setiap operasi luar angkasa.

Meski demikian, keberadaan sistem cadangan seperti kendali manual menunjukkan tingkat kesiapan tinggi dalam menghadapi situasi tak terduga. Dalam konteks ini, peran manusia tetap menjadi elemen penting di tengah dominasi teknologi otomatis.

Jika berhasil, proses docking manual ini akan kembali membuktikan bahwa kombinasi antara keahlian manusia dan sistem teknologi adalah kunci keberhasilan misi luar angkasa. (*)

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Roket Rusia International Space Station Pesawat Kargo Rusia

Terkini | Rabu, 21/10/2026 15:26 WIB

Gaya Hidup

Hujan Meteor Orionid Puncak 21–22 Oktober, Ini Waktu Terbaik Mengamatinya

Ekonomi

Ubah Peta Jalan Teknologi Jadi Investasi Berdampak, Ini Kata Danantara

News

Komisi VIII Dorong BNPB Perkuat Mitigasi Karhutla Hadapi El Nino

News

Puan Soroti Bullying Anak Makin Parah, Desak Evaluasi Sistem Perlindungan

News

KPK Tetapkan 2 Tersangka Baru dalam Pengembangan Korupsi Rejang Lebong

News

BNPB Catat 5 Kejadian Karhutla, 78,55 H Lahan di Sulsel-Jatim Masih Membara

News

KPK Sita Uang Tunai dan Perhiasan dari Rumah Dinas Bupati Klaten

News

Komisi III Desak Polri Tindak Tegas Kejahatan Pasar Modal

News

Legislator Golkar Dorong Karhutla Ditetapkan Sebagai Bencana Nasional

News

Militer Lebanon Bantah Tuduhan Israel soal Pelucutan Senjata Hizbullah

News

Prancis Perpanjang Jam Malam di Sejumlah Kota Usai Kerusuhan Demonstrasi

Ototekno

Profil KMP Batumandi, Kapal Eksekutif yang Terbakar di Selat Sunda

News

Terus Bertambah, Korban Serangan Israel di Gaza Jadi 74.480 tewas

News

Legislator Golkar Minta Korporasi Asing Terlibat Karhutla Ditindak Tegas

News

Anggota DPR Ingatkan Bahaya Sawitisasi Lahan Bekas Karhutla

News

73 Tewas Akibat Serangan Houthi ke Pangkalan Militer

Humanika

Bacaan Dzikir yang Dianjurkan Setelah Sholat Lengkap dengan Artinya

Humanika

Ini Harta Paling Berharga Seorang Mukmin dalam Hadis

Terpopuler

Selasa, 20/10/2026 09:37 WIB
News

Daftar Tuntutan Demo Mahasiswa Hari Ini

Selasa, 20/10/2026 01:01 WIB
Humanika

20 Oktober 2026: Cek Daftar Peringatan Hari Ini

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777