https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Bangun Kolaborasi yang Kuat untuk Peningkatan IPK yang Konsisten

Eko Budhiarto | Selasa, 03/12/2024 16:53 WIB



Bangun Kolaborasi yang Kuat untuk Peningkatan IPK yang Konsisten Wakil Ketua MPR, Lestari Moerdijat. (Foto: Humas MPR)

Jakarta, Jurnas.com - Peningkatkan Indeks Pembangunan Kebudayaan (IPK) harus konsisten dilakukan dengan membangun kolaborasi yang kuat antara para pemangku kepentingan dan masyarakat, demi merealisasikan upaya pemajuan kebudayaan yang diamanatkan undang-undang.

"Dorongan untuk meningkatkan IPK harus konsisten demi mewujudkan pemajuan kebudayaan yang diamanatkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. Berbagai upaya harus mampu dilakukan untuk mewujudkannya," kata Wakil Ketua MPR, Lestari Moerdijat, Selasa (3/12).

Pada laman www.kemdikbud.go.id mencatat Indeks Pembangunan Kebudayaan (IPK) Indonesia konsisten meningkat sejak tiga tahun lalu.

Baca juga :
Penembakkan Islamic Center San Diego, Lima Orang Tewas

Pada 2023, skor IPK Indonesia mencapai 57,13, bertambah 2 poin dari periode sebelumnya dan bertambah 5,23 poin jika dibandingkan dengan 2021.

Sumber yang sama mengungkapkan penyusunan IPK ditujukan untuk memberikan gambaran kemajuan pembangunan kebudayaan yang dapat digunakan sebagai dasar membuat formulasi kebijakan bidang kebudayaan dan menjadi acuan koordinasi lintas sektor dalam pelaksanaan pemajuan kebudayaan.

Baca juga :
Wamenhaj Bertolak ke Saudi, Pastikan Kesiapan Jemaah Jelang Puncak Haji

Penilaian IPK berdasarkan atas tujuh dimensi, yaitu ekonomi budaya, pendidikan, ketahanan sosial budaya, warisan budaya, ekspresi budaya, budaya literasi, dan gender.

Menurut Lestari, relatif baragamnya indikator penilaian IPK tersebut menuntut dibangunnya kolaborasi yang kuat antarsektor terkait.

Baca juga :
Menag: Tak Cukup Regulasi, Cegah Kekerasan Seksual Perlu Perubahan Budaya

Sehingga, ujar Rerie, sapaan akrab Lestari, langkah untuk mewujudkan kolaborasi yang kuat antara para pemangku kepentingan di tingkat pusat dan daerah, serta masyarakat, harus dikedepankan.

Menurut Rerie, sektor kebudayaan merupakan bagian penting dalam proses pembangunan nasional.

Karena, tambah Rerie yang juga anggota Komisi X DPR RI dari Dapil II Jawa Tengah itu, kebudayaan dapat mempererat persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia, sekaligus menjadi dasar pembangunan nasional dengan kekayaan kearifan lokal yang dimilikinya.

Pemahaman terhadap pentingnya sektor kebudayaan dalam pencapaian sejumlah target pembangunan nasional, tambah Rerie, harus dimiliki setiap anak bangsa.

Sehingga, jelas Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu, upaya pemajuan kebudayaan yang diamanatkan undang-undang mampu mendapat dukungan banyak pihak.

Dengan pembangunan sektor kebudayaan yang semakin baik, Rerie berharap, mampu mengakselerasi proses pembangunan nasional dalam mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur yang dicita-citakan para pendiri bangsa.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Kinerja MPR Lestari Moerdijat IPK Indeks Pembangunan Kebudayaan

Terkini | Selasa, 16/06/2026 13:17 WIB

Terpopuler

Minggu, 14/06/2026 02:02 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Belanda vs Jepang

Sabtu, 13/06/2026 17:05 WIB
Olahraga

Prediksi Susunan Starting XI Timnas Brasil vs Maroko

Senin, 15/06/2026 01:01 WIB
Olahraga

Pelatih Turki Kecewa Timnya Kalah Lawan Australia

Minggu, 14/06/2026 12:10 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Jerman vs Timnas Curacao

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777