https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Pangkas Permohonan Suaka, Inggris Mulai Berlakukan Sistem Baru

Mutiul Alim | Senin, 02/03/2026 16:52 WIB



Perombakan sistem suaka Inggris mulai berlaku pada Senin (2/3), sebagimana diumumkan oleh Home Office. Dengan aturan baru ini, secara drastis memangkas Ilustrasi permohonan suaka di Inggris (Foto: AFP)

London, Jurnas.com - Perombakan sistem suaka Inggris mulai berlaku pada Senin (2/3), sebagimana diumumkan oleh Home Office. Dengan aturan baru ini, secara drastis memangkas permohonan suaka bagi pengungsi dan anak-anak mereka.

Berdasarkan reformasi tersebut, status pengungsi untuk orang dewasa dan anak-anak yang menyertainya akan ditinjau setiap 30 bulan.

"Status pengungsi akan menjadi sementara dan tunduk pada peninjauan," kata Home Office dalam pernyataan yang dirilis pada Minggu (1/3) malam dikutip dari AFP.

"Setelah 30 bulan, pengungsi yang masih membutuhkan perlindungan akan diperbarui statusnya, sementara mereka yang negaranya kini dianggap aman diharapkan kembali ke tanah air," Home Office menambahkan.

Reformasi ini memberikan pengecualian bagi anak-anak tanpa pendamping, yang tetap akan menerima status perlindungan selama lima tahun, sementara pemerintah mempertimbangkan kebijakan jangka panjang yang tepat bagi kelompok ini.

Perombakan tersebut diumumkan pada November 2025. Menteri Dalam Negeri Shabana Mahmood berargumen bahwa sistem sebelumnya terlalu dermawan dibandingkan negara-negara Eropa lainnya.

"Kita juga harus memastikan sistem suaka kita tidak menciptakan faktor penarik yang mendorong orang melakukan perjalanan berbahaya melintasi dunia, serta menyuburkan dan mendanai penyelundup manusia," ujar dia.

Sikap yang lebih keras ini dipandang sebagai upaya meredam lonjakan dukungan terhadap partai sayap kanan Reform UK yang dipimpin oleh Nigel Farage.

Namun, sejumlah badan amal dan anggota parlemen dari Partai Buruh pimpinan Perdana Menteri Keir Starmer mengkritik perubahan tersebut, dengan alasan kebijakan itu berpotensi mengguncang kehidupan pengungsi yang telah menetap di Inggris.

Perubahan lain yang diusulkan termasuk memperpanjang masa tunggu pengungsi untuk mengajukan izin tinggal permanen menjadi 20 tahun dari sebelumnya lima tahun, yang masih memerlukan persetujuan parlemen.

Pemerintah Inggris menyatakan terinspirasi oleh Denmark, yang berhasil menurunkan jumlah permohonan suaka ke level terendah dalam 40 tahun setelah memperketat kebijakan imigrasinya.

Lebih dari 110.000 orang, banyak di antaranya melarikan diri dari konflik, mengajukan suaka di Inggris dalam periode satu tahun hingga September 2025. Angka tersebut 13 persen lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya dan 7 persen lebih tinggi dari rekor sebelumnya pada 2002.

Lima kewarganegaraan teratas dengan jumlah pemohon suaka terbanyak adalah Pakistan, Eritrea, Iran, Afghanistan, dan Bangladesh.

Meski permohonan suaka mencapai rekor tertinggi, jumlah penolakan juga melonjak, sementara persetujuan pada tahap awal meningkat tipis pada 2025 dibanding 2024.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Aturan suaka Inggris Reformasi imigrasi UK Status pengungsi sementara

Terkini | Minggu, 28/06/2026 02:43 WIB

News

Iran Sebut Serangan AS Langgar MoU Perdamaian

News

Pengamat Sebut Penegakan Hukum jadi Cermin Kualitas Demokrasi

News

Rudianto Lallo: Kenaikan Kepercayaan Publik Modal Polri Perkuat Reformasi

Humanika

Asal Usul Jakarta: Dari Sunda Kelapa, Jayakarta, hingga Jadi Ibu Kota

News

Rosan Ajak Perguruan Tinggi Implementasikan Riset ke Industri Hilirisasi

Gaya Hidup

Ini 9 Hal Paling Identik dengan Jakarta, Nomor 6 Sulit Dipisahkan

Gaya Hidup

Studi Ungkap Badai Matahari Bisa Ubah Cuaca Bumi dalam Hitungan Jam

Gaya Hidup

Jejak Purba di Indonesia Ungkap Kemungkinan Baru Asal-usul Homo Sapiens

News

Kemenhut Gagalkan Upaya Penyelundupan Satwa Liar ke Oman

News

Menteri PPPA Kecam Penyiksaan Balita, Desak Penegakan Hukum-Pemulihan Korba

News

Mentrans Sebut Transmigrasi Patriot Diikuti Pendaftar dari Kampus Dunia

News

Menteri ESDM Beberkan Strategi Ketahanan Energi di Hadapan Akademisi

News

Wamenaker: Perjanjian Kerja Bersama Cerminkan Hubungan Industrial yang Seha

News

Menteri ESDM Jamin Cadangan BBM Aman, Harga Subsidi Tidak Naik

Warta MPR

Eddy Soeparno: Presiden Tegaskan Komitmen Transisi Energi dan Aksi Iklim

News

MUI Dorong Indonesia Jadi Jembatan Perdamaian Dunia di Era Multipolar

News

MUI Gelar FGD Pra-Kongres, Bahas Penguatan Umat dan Kedaulatan Bangsa

News

Tiga Negara Teken Kerangka Kerja Kesepakatan Akhiri Konflik Lebanon

Terpopuler

Sabtu, 27/06/2026 02:02 WIB
Humanika

27 Juni 2026, Cek Daftar Peringatan Hari Ini

Kamis, 25/06/2026 11:43 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Jerman vs Ekuador

Jum'at, 26/06/2026 06:06 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Prancis vs Norwegia

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777