https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Psikologi di Balik Orang yang Jarang Update Medsos

Muhammad Habib Saifullah | Kamis, 26/02/2026 17:01 WIB



Di tengah kebiasaan berbagi kehidupan di media sosial, sebagian orang justru memilih diam dan jarang mengunggah apa pun. Ilustrasi media sosial (Foto: AFP)

Jakarta, Jurnas.com - Media sosial telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Banyak orang membagikan aktivitas, opini, hingga perasaan secara terbuka kepada publik.

Namun tidak sedikit pula yang hanya menjadi pengamat, jarang mengunggah foto, bahkan hampir tidak pernah memperbarui status. Fenomena ini sering menimbulkan anggapan bahwa mereka tertutup, tidak percaya diri, atau kurang pergaulan.

Dalam psikologi, kebiasaan tersebut justru dapat mencerminkan karakter tertentu dan tidak selalu bermakna negatif.

Baca juga :
20 Ucapan Hari Buku Nasional yang Penuh Makna dan Inspiratif

Orang yang jarang memposting umumnya memiliki kontrol diri lebih kuat terhadap informasi pribadi. Mereka cenderung memisahkan ruang privat dan ruang publik secara jelas.

Berdasarkan penelitian psikologi kepribadian, individu dengan tingkat self-monitoring tinggi lebih berhati-hati membagikan pengalaman personal karena mempertimbangkan konsekuensi sosial dari unggahan mereka. Mereka bukan tidak memiliki aktivitas, melainkan memilih tidak menjadikannya konsumsi umum.

Baca juga :
10 Ucapan Peringatan Kenaikan Yesus Kristus 2026 yang Penuh Makna

Selain itu, faktor kesadaran privasi berperan penting. Sebagian orang memandang media sosial sebagai ruang terbuka dengan risiko penilaian sosial maupun penyalahgunaan data.

Berdasarkan penelitian perilaku digital dalam Computers in Human Behavior Journal, individu dengan tingkat kesadaran privasi tinggi cenderung membatasi unggahan pribadi dan lebih banyak menjadi pengamat daripada pembagi informasi.

Baca juga :
Ini Sejarah dan Makna Pesta Babi bagi Masyarakat Papua

Beberapa studi juga mengaitkan penggunaan media sosial berlebihan dengan tekanan psikologis. Berdasarkan penelitian psikologi kesehatan mental, paparan terus-menerus terhadap kehidupan orang lain di media sosial dapat meningkatkan perbandingan diri dan memicu stres.

Individu yang membatasi unggahan serta konsumsi konten cenderung memiliki kesejahteraan emosional lebih stabil karena tidak terjebak dalam kompetisi sosial virtual.

Sebagian orang memandang pengalaman lebih bermakna ketika dijalani secara langsung, bukan dipamerkan. Dalam teori motivasi intrinsik, seseorang yang memperoleh kepuasan dari dalam dirinya tidak membutuhkan pengakuan eksternal untuk merasa bahagia.

Karena itu, mereka lebih memilih hadir sepenuhnya dalam aktivitas nyata dibanding mendokumentasikannya.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Media Sosial Kepribadian Introvert Jarang Posting Medsos

Terpopuler

Minggu, 05/07/2026 20:30 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Portugal vs Spanyol

Sabtu, 04/07/2026 06:06 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Belgia vs Amerika Serikat

Sabtu, 04/07/2026 04:04 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Prancis vs Paraguay

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777