https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Jangan Asal Makan! Ini Cara Berbuka Puasa yang Aman untuk Lambung

Vaza Diva | Kamis, 26/02/2026 12:11 WIB



Waktu berbuka sering menjadi momen yang paling dinantikan setelah seharian menahan lapar dan haus. Ilustrasi - seorang pria sedang berbuka puasa (Foto: Pexels/Michael Burrows)

Jakarta, Jurnas.com - Waktu berbuka sering menjadi momen yang paling dinantikan setelah seharian menahan lapar dan haus. Namun, banyak orang langsung makan dalam porsi besar begitu azan berkumandang.

Kebiasaan ini sebenarnya kurang baik bagi tubuh, terutama lambung, karena organ pencernaan membutuhkan waktu untuk kembali beradaptasi setelah berjam-jam tidak menerima asupan makanan.

Selama puasa, produksi asam lambung tetap berlangsung meski tidak ada makanan yang dicerna. Karena itu, saat berbuka dianjurkan memulai dengan sesuatu yang ringan terlebih dahulu.

Baca juga :
5 Ide Ngabuburit Seru di Rumah Sambil Menunggu Buka Puasa

Air putih hangat dapat membantu menyiapkan saluran pencernaan, kemudian dilanjutkan makanan manis alami seperti kurma atau buah segar. Kandungan gula alami mampu mengembalikan energi dengan cepat tanpa membebani kerja lambung.

Setelah itu, sebaiknya beri jeda sekitar 10 hingga 15 menit sebelum mengonsumsi makanan utama. Waktu jeda ini membantu tubuh menyesuaikan kembali proses pencernaan serta mengurangi risiko perut kembung, mual, atau nyeri ulu hati.

Baca juga :
Gelar Santunan Anak Yatim Piatu, KWP: Wartawan Harus Bisa Beri Manfaat

Pola bertahap juga membuat seseorang lebih mudah mengontrol porsi makan sehingga tidak berlebihan.

Pilihan menu saat berbuka juga perlu diperhatikan. Makanan berkuah seperti sup sayur atau soto ringan lebih mudah dicerna dibanding gorengan dalam jumlah banyak.

Baca juga :
Kenapa Kurma Jadi Makanan Wajib Saat Buka Puasa?

Gorengan memang menggugah selera, tetapi kandungan minyaknya dapat memperlambat pengosongan lambung dan memicu rasa tidak nyaman. Mengombinasikan karbohidrat, protein, dan sayuran dalam porsi seimbang akan membantu tubuh memulihkan energi secara perlahan.

Minuman terlalu dingin juga sebaiknya tidak dikonsumsi berlebihan. Suhu yang sangat dingin dapat membuat lambung berkontraksi mendadak sehingga menimbulkan kram atau rasa perih.

Air suhu ruang atau hangat lebih bersahabat bagi pencernaan, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat maag.

Dengan cara berbuka yang lebih teratur dan bertahap, tubuh dapat menyesuaikan diri dengan baik setelah berpuasa. Selain menjaga kesehatan lambung, kebiasaan ini juga membantu menjaga energi tetap stabil sehingga aktivitas malam hari, termasuk ibadah, bisa dijalani dengan lebih nyaman.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Buka Puasa penyakit Lambung Jenis Makanan Air Putih

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777