https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Bagaimana Strategi Sultan Mehmed Taklukkan Konstantinopel dan Ubah Sejarah

Agus Mughni | Rabu, 25/02/2026 21:59 WIB



Sultan Muhammad Al-Fatih atau Sultan Mehmed II tercatat sebagai salah satu penguasa paling berpengaruh dalam sejarah dunia Sultan Muhammad Al-Fatih atau Sultan Mehmed II (Foto: via Turkiye Today)

Jakarta, Jurnas.com - Sultan Muhammad Al-Fatih atau Sultan Mehmed II tercatat sebagai salah satu penguasa paling berpengaruh dalam sejarah dunia. Penaklukannya atas Konstantinopel pada 29 Mei 1453 mengakhiri riwayat panjang Kekaisaran Bizantium dan mengukuhkan Kekaisaran Utsmaniyah sebagai kekuatan besar baru di kawasan Eurasia.

Dikutip dari berbagai sumber, Sultan Mehmed II lahir pada 30 Maret 1432 di Edirne, ibu kota Utsmaniyah saat itu, sebagai putra Sultan Murad II dan Hüma Hatun. Sejak kecil ia dipersiapkan untuk menjadi pemimpin melalui pendidikan agama, militer, bahasa, dan ilmu pengetahuan.

Karena itu, pada usia sekitar 11 tahun ia dikirim memerintah Amasya guna melatih kepemimpinan dan ketahanan politiknya. Ia bahkan sempat naik takhta pada usia 12 tahun sebelum akhirnya kembali memerintah secara penuh pada 1451 setelah wafatnya sang ayah.

Baca juga :
Ketika Sultan Mehmed Memburu Dracula di Bulan Ramadan, Vlad Vs Ottoman

Setelah kembali naik takhta di usia 19 tahun, Mehmed memusatkan perhatian pada ambisi yang telah lama menjadi cita-cita para penguasa Muslim, yakni menaklukkan Konstantinopel. Kota tersebut memiliki posisi strategis di antara Laut Marmara dan Selat Bosporus serta dikenal dengan benteng Theodosian yang selama berabad-abad sulit ditembus.

Secara historis, Konstantinopel didirikan kembali oleh Konstantinus I pada abad ke-4 sebagai ibu kota baru Romawi dan berkembang menjadi pusat politik, ekonomi, dan kebudayaan Kristen Timur. Oleh sebab itu, kota ini bukan hanya simbol kekuasaan militer, tetapi juga lambang peradaban yang dipertahankan mati-matian oleh Bizantium.

Baca juga :
Mengenal Sultan Mehmed, Penakluk Konstantinopel yang Mengakhiri Bizantium

Pengepungan dimulai pada 6 April 1453 dengan strategi terpadu darat dan laut yang disiapkan secara matang. Sultan Mehmed memanfaatkan artileri berat, termasuk meriam raksasa yang dikenal dalam sumber Barat sebagai Great Turkish Bombard, untuk menghancurkan tembok pertahanan kota.

Namun demikian, hambatan terbesar datang dari rantai raksasa yang membentang di Teluk Tanduk Emas guna menghalangi armada Utsmaniyah. Sebagai respons, Mehmed memerintahkan puluhan kapal ditarik melewati daratan berbukit dengan alas kayu berlapis lemak hingga akhirnya dapat memasuki perairan di balik pertahanan Bizantium.

Baca juga :
12 Perang yang Membuat Islam Berpengaruh di Dunia, dari Arab hingga Eropa

Langkah taktis tersebut mengubah keseimbangan pengepungan dan menekan pertahanan kota dari berbagai arah. Selain itu, serangan intensif pasukan Janisari mempercepat runtuhnya pertahanan yang telah berdiri lebih dari seribu tahun.

Pada 29 Mei 1453, pasukan Utsmaniyah berhasil menembus Konstantinopel, sementara Kaisar Bizantium terakhir, Konstantinus XI Palaiologos, gugur dalam pertempuran. Peristiwa ini secara luas dipandang sebagai penanda berakhirnya Abad Pertengahan dan awal pergeseran kekuatan politik di kawasan tersebut.

Selanjutnya, Sultan Mehmed menjadikan kota itu sebagai ibu kota baru Utsmaniyah dan kemudian dikenal sebagai Istanbul. Ia mempertahankan keberadaan komunitas Kristen Ortodoks melalui sistem administrasi yang memberi otonomi terbatas dalam urusan keagamaan dan sosial.

Di sisi lain, ia juga merevitalisasi kota dengan membangun pusat pemerintahan, pendidikan, dan perdagangan sehingga Istanbul berkembang menjadi pusat peradaban lintas budaya. Dukungan terhadap seni, arsitektur, dan ilmu pengetahuan memperkuat citranya bukan hanya sebagai penakluk, tetapi juga sebagai negarawan.

Selama masa pemerintahannya hingga 1481, wilayah Utsmaniyah meluas ke Balkan, Anatolia, dan kawasan Laut Hitam. Reformasi administrasi dan militer yang ia lakukan memperkokoh fondasi kekaisaran yang kelak bertahan hingga awal abad ke-20.

Mehmed II wafat pada 3 Mei 1481 dan dimakamkan di Istanbul, sementara takhta dilanjutkan oleh putranya, Bayezid II. Hingga kini, warisannya tetap menjadi rujukan penting dalam studi sejarah militer, politik, dan hubungan Timur–Barat.

Dengan demikian, Sultan Muhammad Al-Fatih tidak hanya dikenang sebagai penakluk Konstantinopel, melainkan sebagai arsitek perubahan geopolitik besar yang membentuk arah sejarah dunia selama berabad-abad. (*)

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Sultan Mehmed Penaklukan Konstantinopel Sultan Muhammad Al-Fatih

Terkini | Minggu, 02/08/2026 22:26 WIB

News

Partai Gelora Luncurkan Desk Verifikasi Partai Politik

News

Korban Kebakaran KMP Mutiara Santosa 2: 227 Selamat, Lima Meninggal Dunia

News

Kebakaran KMP Mutiara Santosa 2: 4 Penumpang Tewas, 218 Lainnya Selamat

News

Komdigi Tegur YouTube Imbas Promosi Vape Libatkan Anak, Beri Tenggat 3 Hari

Info Bank BNI

BNI Dukung Akad Massal 62.710 KPR Rumah Subsidi

Gaya Hidup

Studi: Konsumsi Protein Berlebih Tanpa Olahraga Berpotensi Percepat Penuaan

Gaya Hidup

Korsel Catat Suhu Terpanas Sepanjang Sejarah, Tembus 42,5 Derajat Celsius

Gaya Hidup

Fenomena Langka 12 Agustus 2026, Ada Gerhana Matahari hingga Hujan Meteor

News

BGN: TEP 2026 Jadi Mitra Strategis Sukseskan Program MBG di Wilayah 3T

News

Kemenkop Dorong TEP 2026 Jadi Agen Perubahan Koperasi Kawasan Transmigrasi

News

Komdigi: Indonesia dan India Buka Babak Baru Kemitraan Digital

Humanika

Kumpulan Doa Memohon Jodoh Terbaik dalam Islam Lengkap dengan Artinya

News

Kemkomdigi Imbau Masyarakat Makin Cermat Periksa Konten di Ruang Digital

Gaya Hidup

Studi Ungkap Kurangi Hoaks di Medsos Tak Otomatis Ubah Keyakinan Pengguna

Gaya Hidup

Ini 6 Aktivitas Quality Time Ayah dan Anak yang Bikin Makin Dekat

Gaya Hidup

Makanan Dihinggapi Lalat, Apakah Masih Aman Dimakan?

Gaya Hidup

Begini Cara Membuat Email Profesional untuk Kerja dan Bisnis

News

Menteri LH Ajak Walhi Galakkan Tobat Ekologis Demi Keberlanjutan Ekonomi

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777