https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Mengenal Munggahan, Tradisi Sunda Sambut Ramadan yang Sarat Makna

Agus Mughni | Rabu, 18/02/2026 19:22 WIB



Di berbagai daerah di Jawa Barat, munggahan lazim diisi dengan silaturahmi keluarga, makan bersama atau cucurak, serta doa bersama Ilustrasi Munggahan (Foto: Pas Jabar)

Jakarta, Jurnas.com - Aroma Ramadan kerap menghadirkan suasana berbeda bagi umat Islam di Indonesia, termasuk melalui tradisi munggahan yang hidup di tengah masyarakat Sunda, khususnya di Jawa Barat. Tradisi ini menjadi bagian dari cara komunitas lokal menyambut bulan suci dengan ekspresi syukur dan kebersamaan.

Secara etimologis, kata “munggahan” berasal dari bahasa Sunda, yakni “munggah” yang berarti naik atau menaikkan. Makna tersebut dimaknai sebagai simbol peningkatan kualitas diri dan ibadah sebelum memasuki Ramadan.

Di berbagai daerah di Jawa Barat, munggahan lazim diisi dengan silaturahmi keluarga, makan bersama atau cucurak, serta doa bersama. Momentum ini juga sering dimanfaatkan untuk saling memaafkan sebagai bentuk pembersihan diri lahir dan batin sebelum menjalani puasa sebulan penuh.

Baca juga :
Ini Alasan Gunung Papandayan Cocok untuk Pendaki Pemula

Hidangan khas menjadi ciri kuat dalam tradisi ini, seperti nasi liwet, ayam goreng, lalapan, sambal, tahu, dan tempe yang disajikan di atas daun pisang untuk disantap bersama. Pola makan bersama tersebut tidak sekadar seremoni kuliner, melainkan simbol kebersamaan dan kesetaraan di antara anggota keluarga maupun komunitas.

Di sejumlah wilayah, munggahan juga diisi dengan ziarah ke makam keluarga atau tokoh agama. Praktik ini dimaknai sebagai bentuk doa bagi leluhur sekaligus refleksi akan keterbatasan hidup sebelum memasuki bulan penuh ampunan.

Baca juga :
Legenda Curug Siliwangi dan Pesona Gunung Puntang di Bandung Selatan

Selain berlangsung di lingkungan keluarga, munggahan juga digelar di kantor, sekolah, hingga komunitas masyarakat. Kegiatan tersebut bertujuan mempererat hubungan sosial sebelum ritme ibadah Ramadan yang lebih intens dimulai.

Dalam perspektif sosiologi agama, munggahan, tradisi keagamaan lokal sebagai sarana memperkuat solidaritas sosial melalui simbol-simbol religius. Tradisi seperti munggahan mempertemukan nilai sakral dan praktik sosial sehari-hari dalam satu ruang kebersamaan.

Baca juga :
Kang Dedi Imbau Bobotoh Tak Euforia Berlebih Usai Persib Menang

Dari sisi ekonomi, tradisi ini turut memicu peningkatan konsumsi rumah tangga, terutama pada komoditas pangan seperti daging dan bahan pokok. Lonjakan permintaan tersebut berdampak pada perputaran uang di tingkat lokal dan memberi efek berganda bagi pedagang pasar tradisional serta peternak.

Dengan demikian, munggahan tidak hanya berdimensi spiritual, tetapi juga sosial dan ekonomi. Tradisi ini menjadi cerminan bagaimana masyarakat lokal menyambut Ramadan dengan cara yang berakar pada budaya, sekaligus selaras dengan nilai-nilai keagamaan. (*)

Sumber: Berbagai sumber

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Tradisi Munggahan Tradisi Sunda Menyambut Ramadan Jawa Barat

Terkini | Senin, 03/08/2026 03:48 WIB

Kesehatan

Mengapa Hari Kesadaran Syndrome Cloves Diperingati Setiap 3 Agustus?

Humanika

3 Agustus 2026: Cek Daftar Peringatan Hari Ini

News

Korban Gempa Jepang Bertambah Jadi 38 Orang, Ribuan Warga Belum Bisa Pulang

News

Partai Gelora Luncurkan Desk Verifikasi Partai Politik

News

Korban Kebakaran KMP Mutiara Santosa 2: 227 Selamat, Lima Meninggal Dunia

News

Kebakaran KMP Mutiara Santosa 2: 4 Penumpang Tewas, 218 Lainnya Selamat

News

Komdigi Tegur YouTube Imbas Promosi Vape Libatkan Anak, Beri Tenggat 3 Hari

Info Bank BNI

BNI Dukung Akad Massal 62.710 KPR Rumah Subsidi

Gaya Hidup

Studi: Konsumsi Protein Berlebih Tanpa Olahraga Berpotensi Percepat Penuaan

Gaya Hidup

Korsel Catat Suhu Terpanas Sepanjang Sejarah, Tembus 42,5 Derajat Celsius

Gaya Hidup

Fenomena Langka 12 Agustus 2026, Ada Gerhana Matahari hingga Hujan Meteor

News

BGN: TEP 2026 Jadi Mitra Strategis Sukseskan Program MBG di Wilayah 3T

News

Kemenkop Dorong TEP 2026 Jadi Agen Perubahan Koperasi Kawasan Transmigrasi

News

Komdigi: Indonesia dan India Buka Babak Baru Kemitraan Digital

Humanika

Kumpulan Doa Memohon Jodoh Terbaik dalam Islam Lengkap dengan Artinya

News

Kemkomdigi Imbau Masyarakat Makin Cermat Periksa Konten di Ruang Digital

Gaya Hidup

Studi Ungkap Kurangi Hoaks di Medsos Tak Otomatis Ubah Keyakinan Pengguna

Gaya Hidup

Ini 6 Aktivitas Quality Time Ayah dan Anak yang Bikin Makin Dekat

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777