https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Awal Puasa Ramadan 2026 Berpotensi Berbeda, Begini Hitung-hitungannya

Agus Mughni | Senin, 16/02/2026 20:59 WIB



Awal puasa Ramadan 1447 Hijriah pada 2026 berpotensi berbeda di Indonesia. Perbedaan ini berkaitan dengan metode perhitungan kalender Hijriah Ilustrasi Puasa Ramadan 2026 (Foto: Pexels/Thridman)

Jakata, Jurnas.com - Awal puasa Ramadan 1447 Hijriah pada 2026 berpotensi berbeda di Indonesia. Perbedaan ini berkaitan dengan metode perhitungan kalender Hijriah yang digunakan dalam menentukan 1 Ramadan.

Berdasarkan perhitungan kalender Hijriah, bulan Syaban 1447 H diperkirakan berakhir pada Selasa, 17 Februari 2026. Tanggal tersebut sekaligus menjadi hari terakhir umat Islam untuk menunaikan qadha puasa Ramadan tahun sebelumnya.

Namun demikian, terdapat potensi perbedaan antara kalender yang digunakan Kementerian Agama Republik Indonesia dan Muhammadiyah terkait durasi Syaban tahun ini. Perbedaan inilah yang membuat awal Ramadan 1447 H berpotensi jatuh pada dua tanggal berbeda.

Baca juga :
Resmi! 1 Zulhijjah 1447 H Ditetapkan 18 Mei 2026, Iduladha 27 Mei

Versi Kemenag memperkirakan Syaban berlangsung 30 hari sehingga 1 Ramadan 1447 H diprediksi jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Sementara itu, Muhammadiyah melalui metode Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) menetapkan Syaban 29 hari dan 1 Ramadan jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026.

Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) akan menetapkan awal puasa Ramadan melalui sidang isbat. Berdasarkan informasi resmi Kemenag, sidang isbat 1 Ramadan 1447 H dijadwalkan pada Selasa, 17 Februari 2026 pukul 16.00 WIB di Auditorium H.M. Rasjidi, Kantor Kemenag, Jakarta. 

Baca juga :
Persis Nilai Penguatan Regulasi Sidang Isbat Penting Demi Persatuan Umat

Sidang tersebut akan dipimpin langsung oleh Menteri Agama Nasarrudin Umar. Keputusan resmi pemerintah mengenai awal puasa Ramadan akan diumumkan setelah mempertimbangkan hasil hisab dan rukyat.

Terkait potensi perbedaan awal puasa Ramadan tahun ini, Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, M Cholil Nafis, menyebut hal itu hampir dapat dipastikan terjadi. Ia meminta umat menyikapinya secara dewasa karena sebagian pihak telah menetapkan 1 Ramadan pada 18 Februari menggunakan hisab dan kalender global.

Baca juga :
Awal Zulhijah 1447 H Diprediksi Jatuh Besok, 18 Mei 2026

Menurutnya, pihak lain menggunakan metode hisab dengan pendekatan imkan rukyat, yakni kemungkinan hilal dapat diamati setelah matahari terbenam. Namun ia menjelaskan, berdasarkan perhitungan, posisi hilal diperkirakan masih berada di bawah 3 derajat sehingga berpotensi tidak memenuhi kriteria visibilitas.

Kriteria tersebut merujuk pada kesepakatan Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS) yang mensyaratkan tinggi hilal minimal 3 derajat agar dapat terlihat. Dengan kondisi itu, perbedaan antara 18 dan 19 Februari 2026 sebagai awal Ramadan dinilai sulit dihindari.

Kiai Cholil menekankan bahwa perbedaan ini merupakan persoalan khilafiyah atau perbedaan ijtihad dalam fikih. Ia mengingatkan agar perbedaan metode, termasuk pembahasan tentang wihdatul mathali’ dan ikhtilaf mathali’, tidak memicu perpecahan di tengah umat.

Dengan demikian, awal puasa Ramadan 1447 H pada 2026 berpotensi dimulai pada 18 atau 19 Februari. Kepastian tanggal resmi tetap menunggu hasil sidang isbat pemerintah, sementara umat diimbau menyikapi perbedaan dengan sikap saling menghormati. (*)

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Awal Ramadan Puasa Ramadan Sidang Isbat Ramadan 2026

Terkini | Senin, 03/08/2026 06:09 WIB

Humanika

Mengenal Hari Pidjiguiti 3 Agustus: Sejarah, Tragedi, dan Tujuannya

Humanika

Satu Sikap yang Bisa Buat Hati Anda Tenang

Gaya Hidup

Hari Semangka Sedunia Setiap 3 Agustus, Ini Sejarahnya

Kesehatan

Mengapa Hari Kesadaran Syndrome Cloves Diperingati Setiap 3 Agustus?

Humanika

3 Agustus 2026: Cek Daftar Peringatan Hari Ini

News

Korban Gempa Jepang Bertambah Jadi 38 Orang, Ribuan Warga Belum Bisa Pulang

News

Partai Gelora Luncurkan Desk Verifikasi Partai Politik

News

Korban Kebakaran KMP Mutiara Santosa 2: 227 Selamat, Lima Meninggal Dunia

News

Kebakaran KMP Mutiara Santosa 2: 4 Penumpang Tewas, 218 Lainnya Selamat

News

Komdigi Tegur YouTube Imbas Promosi Vape Libatkan Anak, Beri Tenggat 3 Hari

Info Bank BNI

BNI Dukung Akad Massal 62.710 KPR Rumah Subsidi

Gaya Hidup

Studi: Konsumsi Protein Berlebih Tanpa Olahraga Berpotensi Percepat Penuaan

Gaya Hidup

Korsel Catat Suhu Terpanas Sepanjang Sejarah, Tembus 42,5 Derajat Celsius

Gaya Hidup

Fenomena Langka 12 Agustus 2026, Ada Gerhana Matahari hingga Hujan Meteor

News

BGN: TEP 2026 Jadi Mitra Strategis Sukseskan Program MBG di Wilayah 3T

News

Kemenkop Dorong TEP 2026 Jadi Agen Perubahan Koperasi Kawasan Transmigrasi

News

Komdigi: Indonesia dan India Buka Babak Baru Kemitraan Digital

Humanika

Kumpulan Doa Memohon Jodoh Terbaik dalam Islam Lengkap dengan Artinya

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777