https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Ketegangan LCS Mereda, Filipina Siap Jajaki Kerja Sama dengan China

Mutiul Alim | Selasa, 10/02/2026 13:21 WIB



Filipina menekankan perlunya meredakan ketegangan dengan China, setelah kedua pihak memberi sinyal mengesampingkan ketegangan di Laut China Selatan Sengketa kepemilikan Laut China Selatan (Foto: SindoNews)

Manila, Jurnas.com - Duta Besar Filipina untuk Amerika Serikat, Jose Manuel Romualdez menekankan perlunya meredakan ketegangan dengan China, setelah kedua pihak memberi sinyal kesediaan untuk mengesampingkan ketegangan di Laut China Selatan (LCS) dan menjajaki peluang kerja sama ekonomi.

Menurut dia, hubungan Manila dengan Beijing seharusnya tidak hanya ditentukan oleh sengketa maritim, meskipun Filipina tetap akan menyoroti tindakan yang dianggap melanggar hukum.

"Kami terus menjalankan percakapan bilateral dengan mereka. Kami akan melanjutkannya dan melihat bagaimana kita bisa bekerja sama, terutama di bidang ekonomi," kata Romualdez dikutip dari Straits Times pada Selasa (10/2).

Baca juga :
China dan Filipina Berebut Pulau Kosong di Laut China Selatan

Dia menambahkan bahwa Filipina ingin mencari peluang kolaborasi, dan ada tanda-tanda bahwa China juga siap membuka kesempatan kerja sama sembari memisahkan persoalan sengketa di Laut Filipina Barat, istilah yang digunakan Manila untuk menyebut perairan dalam zona ekonomi eksklusifnya.

Filipina dan China terlibat dalam serangkaian konfrontasi maritim dalam beberapa tahun terakhir. Filipina menuduh China melakukan tindakan agresif di dalam ZEE-nya, termasuk manuver berbahaya, penyemprotan meriam air, serta gangguan terhadap misi pasokan logistik.

Baca juga :
Jika Amerika Tutup LCS, China Siap "Perang"

China sebaliknya menuduh Filipina memasuki wilayah yang diklaimnya sebagai bagian dari teritorial China.

Dalam beberapa pekan terakhir, pertukaran pernyataan antara Kedutaan Besar China dan pejabat Filipina semakin tajam, sehingga Manila kembali menegaskan bahwa perbedaan antarnegara sebaiknya diselesaikan melalui diplomasi, bukan retorika publik.

Baca juga :
China Lega Sengketa Laut Tak Dibahas di Pertemuan ASEAN

Dengan Filipina akan menjadi ketua ASEAN pada 2026, Romualdez menilai penurunan ketegangan penting untuk memastikan keterlibatan penuh China dalam upaya menyelesaikan Code of Conduct di Laut China Selatan yang telah lama tertunda.

"Kami adalah ketua ASEAN dan saya ingin partisipasi China menjadi signifikan, terutama dalam Code of Conduct. Siapa tahu, kita akhirnya bisa menuntaskannya setelah lebih dari 20 tahun," ujar dia.

Manila juga menegaskan akan mendorong agar Code of Conduct secara eksplisit merujuk pada Konvensi PBB tentang Hukum Laut (UNCLOS), seiring upaya menyelesaikan dokumen tersebut dalam tahun ini.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Filipina China kerja sama sengketa Laut China Selatan Code of Conduct ASEAN

Terpopuler

Rabu, 01/07/2026 04:04 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Portugal vs Kroasia

Jum'at, 03/07/2026 03:03 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Australia vs Mesir

Kamis, 02/07/2026 07:30 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Swiss vs Aljazair

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777