https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

DPR Segera Panggil Mendikdasmen Bahas Siswa Bunuh Diri di NTT

Samrut Lellolsima | Kamis, 05/02/2026 19:38 WIB



Ya tentu, Mendikdasmen selaku penanggung jawab tertinggi yang diberikan oleh Presiden harus segera mengambil langkah nyata, langkah cepat mengatasi persoalan. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu`ti (Foto: Ist)

 

Jakarta, Jurnas.com - Komisi X DPR RI akan memanggil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti untuk meminta penjelasan terkait meninggalnya siswa SD di Kecamatan Jerebuu, Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), karena bunuh diri.

Baca juga :
Legislator PDIP Geram Bantuan Beras dan Minyak Goreng Belum Tersalurkan

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani mengungkapkan bahwa Mendikdasmen akan diminta menjelaskan langkah konkret pemerintah dalam mengevaluasi kasus tersebut agar tidak terulang.

"Ya tentu, Mendikdasmen selaku penanggung jawab tertinggi yang diberikan oleh Presiden harus segera mengambil langkah nyata, langkah cepat untuk mengatasi persoalan ini," kata Lalu saat dikonfirmasi, Kamis (5/2).

Baca juga :
Komisi X DPR Akan Bawa Aspirasi Dosen PPPK ke Kemdiktisaintek

"Sebelum masa reses, sebelum itu kita jadwalkan, minggu depan Insyaallah," imbuhnya.

Politikus PKB itu menegaskan bahwa pendidikan wajib tidak boleh terhenti hanya karena keterbatasan ekonomi keluarga.

Baca juga :
Legislator PKS: Pidato Presiden Komitmen Pemerintah Jaga Stabilitas Ekonomi

"Anak-anak dalam hal ini, siswa siswi tidak boleh terbebani hanya karena keuangan atau kemampuan ekonomi orang tua mereka terbatas. Pendidikan wajib tidak boleh berhenti hanya gara-gara faktor ekonomi," kata Lalu.

Dia menambahkan Komisi X DPR RI juga akan mengevaluasi penyaluran dan pemanfaatan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di daerah.

"Dana BOS ini merupakan hak semua sekolah. Nah oleh sebab itu, kejadian yang menimpa siswa kita yang ada di NTT ini tamparan keras," ucap Lalu.

"Ini salahnya di mana? Apakah sekolah tidak menyalurkan, apakah sekolah tersebut belum menerima dana BOS, atau kondisinya seperti apa, inilah yang harus kita evaluasi bersama," timpalnya.

Ketua DPW PKB Nusa Tenggara Barat (NTB) itu juga mendorong sekolah untuk lebih memperhatikan kondisi kesehatan mental siswa.

Menurutnya, siswa perlu mendapatkan pendampingan terkait kesehatan mental, termasuk oleh psikolog atau tenaga profesional.

"Sekolah hari ini wajib mengetahui kondisi psikis dari masing-masing siswa siswi," tegasnya.

Sebelumnya, polisi menemukan sepucuk surat tulisan tangan saat mengevakuasi YBR (10), siswa kelas IV sekolah dasar (SD) yang tewas gantung diri di Kecamatan Jerebuu, Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT). Korban menulis sosok ibunya dalam surat itu.

Surat itu ditulis YBR menggunakan bahasa daerah Bajawa. Satu baris surat itu berisi ungkapan kekecewaan korban terhadap ibunya. Dalam surat itu, YBR menyebut ibunya pelit. Selebihnya, surat itu berisi ungkapan perpisahan kepada ibunya.

 

 

 

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Warta DPR Komisi X Mendikdasmen RI siswa Ngada bunuh diri Lalu Hadrian Irfani

Terpopuler

Rabu, 01/07/2026 04:04 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Portugal vs Kroasia

Jum'at, 03/07/2026 03:03 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Australia vs Mesir

Kamis, 02/07/2026 07:30 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Swiss vs Aljazair

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777