https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Bolehkah Menggabung Puasa Qadha Ramadan dengan Puasa Nisfu Syaban?

Muhammad Habib Saifullah | Kamis, 29/01/2026 17:01 WIB



Mayoritas ulama mazhab Syafi’i menjelaskan bahwa puasa qadha Ramadan tetap sah apabila dilakukan bersamaan dengan puasa sunnah Ilustrasi menunaikan ibadah sunah di Nisfu Syaban (Foto: Unsplash/ Indonesia Bertauhid)

Jakarta, Jurnas.com - Menjelang malam Nisfu Syaban, banyak umat Islam yang bertanya-tanya mengenai amalan puasa. Salah satu pertanyaan yang kerap muncul adalah apakah boleh mengganti (qadha) puasa Ramadan sekaligus diniatkan sebagai puasa Nisfu Syaban.

Pertanyaan ini kerap muncul karena Syaban dikenal sebagai bulan yang dianjurkan untuk memperbanyak puasa sunnah. Di sisi lain, sebagian umat Islam masih memiliki utang puasa Ramadan yang wajib ditunaikan. Lalu, bagaimana penjelasan hukumnya menurut fikih Islam?

Dalam kajian fikih, persoalan ini dikenal dengan istilah penggabungan niat (tasyrik an-niyyah) antara ibadah wajib dan ibadah sunnah. Para ulama memiliki penjelasan yang cukup rinci terkait hal tersebut.

Baca juga :
Jangan Sampai Terlewat, Ini Batas Membayar Utang Puasa (Qadha) Ramadhan

Mayoritas ulama dari mazhab Syafi’i menjelaskan bahwa puasa qadha Ramadan tetap sah apabila dilakukan bertepatan dengan hari yang memiliki keutamaan puasa sunnah, termasuk di bulan Syaban.

Bahkan, seseorang tetap diperbolehkan berharap pahala sunnah dari hari tersebut, meskipun niat utamanya adalah qadha puasa Ramadan.

Baca juga :
21+ Ucapan Nisfu Syaban 2026 yang Penuh Doa dan Makna

Penjelasan ini dapat ditemukan dalam sejumlah kitab fikih, seperti I’anatut Thalibin dan penjelasan ulama Syafi’iyah yang menyatakan bahwa puasa wajib yang dikerjakan pada hari utama tidak menghilangkan keutamaan hari tersebut. Dengan kata lain, niat qadha tetap menjadi inti, sementara pahala sunnah mengikuti.

Pendapat ini juga banyak disampaikan dalam kajian-kajian keislaman kontemporer, termasuk penjelasan para ulama bahwa puasa Syaban tidak memiliki larangan khusus, terlebih jika puasa tersebut memiliki sebab syar’i seperti qadha, nazar, atau kafarat.

Baca juga :
Salat Nisfu Syaban, Amalan Sunnah atau Tradisi Tanpa Dalil?

Namun demikian, sebagian ulama lain menganjurkan agar niat puasa wajib dan sunnah dipisahkan. Pendapat ini dipegang oleh kalangan yang lebih berhati-hati, dengan alasan agar setiap ibadah dilakukan secara sempurna dan tidak tercampur.

Meski begitu, mereka tetap sepakat bahwa qadha puasa Ramadan tetap sah meskipun dilakukan di bulan Syaban.

Dengan demikian, jika seseorang memiliki utang puasa Ramadan, mengganti puasa pada tanggal 15 Syaban diperbolehkan. Ia dapat berniat qadha puasa Ramadan, dan menurut pendapat mayoritas ulama, tetap berpeluang mendapatkan keutamaan puasa di bulan Syaban.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Puasa Qadha Puasa Nisfu Syaban Utang Puasa Nisfu Syaban

Terpopuler

Minggu, 14/06/2026 02:02 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Belanda vs Jepang

Sabtu, 13/06/2026 17:05 WIB
Olahraga

Prediksi Susunan Starting XI Timnas Brasil vs Maroko

Senin, 15/06/2026 01:01 WIB
Olahraga

Pelatih Turki Kecewa Timnya Kalah Lawan Australia

Minggu, 14/06/2026 12:10 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Jerman vs Timnas Curacao

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777