https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Hikmah Larangan Mencela Makanan dalam Islam

Muhammad Habib Saifullah | Sabtu, 24/01/2026 16:01 WIB



Larangan mencela makanan berangkat dari kesadaran bahwa setiap makanan adalah rezeki dari Allah SWT Ilustrasi anak tidak mau makan (Foto: RRI)

Jakarta, Jurnas.com - Dalam kehidupan sehari-hari, mencela makanan sering dianggap hal sepele. Padahal, dalam ajaran Islam, sikap tersebut memiliki konsekuensi etika dan spiritual yang serius.

Islam secara tegas melarang mencela makanan, baik dari segi rasa, bentuk, maupun penyajiannya. Larangan ini bukan sekadar adab, tetapi bagian dari akhlak mulia yang diajarkan Rasulullah SAW.

Larangan mencela makanan berangkat dari kesadaran bahwa setiap makanan adalah rezeki dari Allah SWT, yang dihadirkan melalui berbagai sebab dan tangan manusia.

Baca juga :
Hikmah Makan dan Minum Sambil Duduk Menurut Islam

Dalil paling kuat tentang larangan mencela makanan berasal dari hadis sahih yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA. Ia berkata:

مَا عَابَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ طَعَامًا قَطُّ، إِنِ اشْتَهَاهُ أَكَلَهُ، وَإِنْ كَرِهَهُ تَرَكَهُ

Baca juga :
Adab Makan dan Minum dalam Ajaran Islam

“Rasulullah SAW tidak pernah mencela makanan sama sekali. Jika beliau menyukainya, beliau memakannya. Jika tidak menyukainya, beliau meninggalkannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Islam memandang makanan sebagai nikmat Allah SWT yang patut disyukuri. Mencela makanan sama saja dengan mencela nikmat yang Allah berikan. Dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman:

ثُمَّ لَتُسْأَلُنَّ يَوْمَئِذٍ عَنِ النَّعِيمِ

“Kemudian kamu pasti akan ditanya pada hari itu tentang segala nikmat.” (QS. At-Takatsur: 8)

Ayat ini mengingatkan bahwa setiap nikmat, termasuk makanan, akan dimintai pertanggungjawaban. Mencela makanan menunjukkan sikap tidak bersyukur terhadap nikmat tersebut.

Alasan lain Islam melarang mencela makanan adalah karena dampaknya terhadap perasaan orang lain, terutama orang yang memasak atau menyajikannya. Makanan sering kali dibuat dengan usaha, waktu, dan niat baik. Mencela makanan dapat melukai hati dan merusak hubungan sosial.

Islam sangat menekankan adab menjaga lisan. Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ

“Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Mencela makanan termasuk ucapan yang tidak baik dan tidak membawa maslahat.

Mencela makanan juga dapat menumbuhkan sikap sombong dan merasa paling tahu. Seolah-olah seseorang berhak merendahkan rezeki yang Allah berikan. Islam mengajarkan kerendahan hati dan kesederhanaan, termasuk dalam urusan makan dan minum.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Mencela Makanan Adab Makan Sunnah Makan

Terkini | Selasa, 16/06/2026 12:53 WIB

Terpopuler

Minggu, 14/06/2026 02:02 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Belanda vs Jepang

Sabtu, 13/06/2026 17:05 WIB
Olahraga

Prediksi Susunan Starting XI Timnas Brasil vs Maroko

Senin, 15/06/2026 01:01 WIB
Olahraga

Pelatih Turki Kecewa Timnya Kalah Lawan Australia

Minggu, 14/06/2026 12:10 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Jerman vs Timnas Curacao

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777