https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Gempa Kecil Bisa Jadi Petunjuk Gempa Besar, Ini Penjelasan Ahlinya

Agus Mughni | Sabtu, 17/01/2026 09:10 WIB



Gempa sering terasa tiba-tiba dan tak terduga, namun jauh di bawah tanah, pergerakan lambat dan stabil menentukan di mana guncangan besar bisa terjadi Ilustrasi gempa bumi. (Foto: Dok. Liputan6)

Jakarta, Jurnas.com - Gempa sering terasa tiba-tiba dan tak terduga, namun jauh di bawah tanah, pergerakan lambat dan stabil menentukan di mana guncangan besar bisa terjadi. Di pesisir utara California, salah satu zona gempa paling kompleks di Amerika Serikat justru menyimpan rahasia pergerakan lempeng yang selama ini tak terlihat.

Di sini, San Andreas Fault bertemu dengan Cascadia subduction zone, membentuk pertemuan tiga lempeng tektonik yang disebut Mendocino Triple Junction. Selama bertahun-tahun, para ilmuwan mengira batas-batas lempeng mengikuti garis yang sederhana, tapi data nyata menunjukkan cerita yang jauh lebih rumit.

Gempa berkekuatan 7,2 skala Richter pada 1992 terjadi lebih dangkal daripada yang diperkirakan, memicu pertanyaan besar tentang apa yang sebenarnya ada di bawah permukaan. “Jika kita tidak memahami proses tektonik dasar, sulit untuk memperkirakan risiko seismik,” kata Amanda Thomas, profesor ilmu bumi di University of California, Davis.

Baca juga :
BMKG: 20 Gempa Terjadi di Indonesia pada Selasa Dini Hari

Rahasia ini akhirnya terungkap melalui penelitian terhadap gempa sangat kecil yang disebut low frequency earthquakes. Gempa ini terlalu lemah untuk dirasakan manusia, tetapi seismometer mendeteksi pergerakannya di kedalaman, tempat lempeng saling menekan, menggesek, dan meluncur.

David Shelly dari U.S. Geological Survey menjelaskan bahwa melalui ribuan gempa kecil ini, tim peneliti bisa memetakan pergerakan lempeng yang tersembunyi dari pengamatan permukaan. Mereka bahkan memanfaatkan tarikan gravitasi Bulan dan Matahari, yang memengaruhi lempeng seperti pasang laut, untuk menguji keakuratan model pergerakan tersebut.

Baca juga :
Studi Kontroversial: Semburan Matahari Diduga Bisa Memicu Gempa Bumi

Hasilnya cukup mengejutkan. Ia bukan hanya tiga, tetapi lima potongan lempeng bergerak di bawah Mendocino Triple Junction. Dua di antaranya berada sangat dalam dan tidak terlihat dari permukaan. Salah satunya, Pioneer fragment, dulunya bagian dari lempeng Farallon kuno, kini terselip di bawah Amerika Utara.

Struktur tersembunyi ini menjelaskan mengapa gempa 1992 terjadi lebih dangkal daripada prediksi awal. “Batas lempeng ternyata tidak berada di tempat yang selama ini kita kira,” kata Kathryn Materna dari University of Colorado Boulder.

Baca juga :
Dana Iklim Global Meningkat, Tapi Komunitas Paling Rentan Justru Tertinggal

Temuan ini mengubah pemahaman tentang zona gempa di California utara dan membantu memperbaiki peta risiko seismik. Penelitian menunjukkan bahwa bahkan gempa paling kecil sekalipun bisa mengungkap petunjuk besar tentang struktur bumi yang tersembunyi.

Studi ini diterbitkan di jurnal Science, menegaskan bahwa mempelajari getaran kecil bukan sekadar latihan ilmiah, tetapi langkah penting untuk keselamatan di wilayah rawan gempa. (*)

Sumber: Earth

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Gempa Bumi Deteksi Gempa Mitigasi Bencana Ilmu Bumi Amanda Thomas

Terkini | Selasa, 16/06/2026 22:01 WIB

News

Bareskrim Bongkar Jaringan Narkoba Malaysia Indonesia, Barbuk Sabu 27 Kilo

Olahraga

Sunderland Gabung Tiga Klub Liga Premier Bidik Striker Birmingham

Olahraga

Manchester United Incar Gelandang Fulham Sander Berge

News

Sehari, Empat Upaya Penyelundupan Nakoba di Rutan Salemba Digagalkan

Olahraga

Mourinho Gagal Bawa Pulang Nico Paz ke Real Madrid

Gaya Hidup

Penelitian Baru Ungkap Perak Koin Viking Berasal dari Dirham Islam

Gaya Hidup

Studi: Remaja Putri Paling Rentan Alami Gangguan Mental Akibat Media Sosial

Olahraga

Arsenal Bidik Gelandang Muda Maroko Ayyoub Bouaddi

Olahraga

Timnas Uruguay Frustrasi Ditahan Imbang Arab Saudi

News

DPR Minta Bea Cukai Benahi Layanan dan Tata Kelola Ekspor-Impor

Humanika

Ini Berbagai Pantangan di Bulan Suro yang Masih Dipercaya Masyarakat

Humanika

Delapan Amalan Sunnah di Bulan Muharram yang Sayang Dilewatkan

News

Gempa M 6,7 Guncang Palu Sulteng, Sejumlah Bangunan Roboh-Jembatan Retak

News

Menag Ajak Maknai Tahun Baru Islam 1448 H jadi Momentum Transformasi Sosial

News

Tahun Baru Islam, Menag Ajak Hijrah dari Sikap Curiga ke Saling Percaya

News

Donald Trump Bakal Undang PM Irak ke Gedung Putih Pertengahan Juli

News

BMKG Pastikan Gempa M6,7 di Sulteng Tidak Berpotensi Tsunami

News

Bahas Isu Nuklir dan Selat Hormuz, Negosiasi AS-Iran Dibagi Dua Tahap

Terpopuler

Minggu, 14/06/2026 02:02 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Belanda vs Jepang

Sabtu, 13/06/2026 17:05 WIB
Olahraga

Prediksi Susunan Starting XI Timnas Brasil vs Maroko

Senin, 15/06/2026 01:01 WIB
Olahraga

Pelatih Turki Kecewa Timnya Kalah Lawan Australia

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777