https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Menteri LH Sebut Iman Fondasi Jaga Lingkungan dan Mitigasi Bencana

Agus Mughni | Jum'at, 16/01/2026 23:11 WIB



Mari kita buktikan bahwa keimanan kita tidak berhenti di masjid, tetapi hadir dalam tindakan nyata menjaga bumi sebagai amanah Allah untuk generasi hari ini dan Menteri LH, Hanif Faisol Nurofiq. (Foto: Ist)

Jakarta, Jurnas.com - Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq mengajak umat Islam memaknai peristiwa Isra Mikraj sebagai pengingat akan tanggung jawab manusia menjaga keseimbangan alam ciptaan Allah SWT.

Menteri LH mengatakan bahwa kesucian spiritual, termasuk keimanan, tidak dapat dipisahkan dari kesehatan ekologis, terutama dalam menghadapi tantangan global krisis iklim dan pentingnya penguatan mitigasi bencana di tanah air. 

“Mari kita buktikan bahwa keimanan kita tidak berhenti di masjid, tetapi hadir dalam tindakan nyata menjaga bumi sebagai amanah Allah untuk generasi hari ini dan masa depan,” kata Hanif pada Peringatan Isra Mikraj Tingkat Kenegaraan di Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis (15/1) malam.

Baca juga :
Dalil-dalil Perintah Menjaga Lingkungan dalam Al-Qur`an

Ia menekankan bahwa Isra Mikraj bukan sekadar perjalanan spiritual Rasulullah SAW, melainkan peristiwa yang sarat pesan tentang keteraturan, keseimbangan, dan keberkahan alam semesta. Hal ini sangat relevan dengan upaya pemerintah dalam mendorong ekonomi hijau dan menghadapi pola risiko iklim baru yang memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri LH juga menyampaikan duka cita mendalam atas bencana yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia baru-baru ini.

Baca juga :
Menteri LH Sebut Pilah Sampah Harus 100 Persen Tuntas di Tingkat Kelurahan

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa perintah sholat yang diterima Rasulullah SAW harus dimaknai secara membumi melalui kesalehan ekologis guna mencegah kerusakan (fasād) di muka bumi.

“Isra Mikraj mengajarkan bahwa semakin tinggi derajat spiritual seseorang, semakin besar pula tanggung jawabnya terhadap alam semesta. Merusak lingkungan berarti melanggar keseimbangan (mīzān) yang telah Allah tetapkan,” ujar Menteri Hanif 

Baca juga :
Menteri LH Minta Komitmen Daerah Pacu PSEL untuk Kendalikan Sampah

Dia menambahkan bahwa perilaku ramah lingkungan adalah cerminan dari sholat yang benar.

“Sholat yang benar harus tercermin dalam perilaku ramah lingkungan, tidak membuang sampah sembarangan, tidak merusak hutan, menjaga air dan udara, serta hidup secara sederhana dan bertanggung jawab,” tegas Menteri Hanif.

Sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, pemerintah telah menempatkan lingkungan hidup sebagai dasar pembangunan nasional melalui program kemandirian pangan, pengelolaan air, investasi energi terbarukan, serta pengembangan ekonomi hijau bagi UMKM. Prinsip ini selaras dengan ekoteologi Islam yang memposisikan manusia sebagai khalifah atau pemegang amanah penjaga keseimbangan.

Sebagai aksi nyata, Menteri Hanif juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor seperti Program Bersih Rumah Ibadah Bersama Kemendes untuk memastikan nilai-nilai kebersihan dan keberlanjutan lingkungan dimulai dari pusat kegiatan masyarakat.

Menteri Hanif mengajak seluruh jemaah menjadikan peringatan Isra Mikraj sebagai titik awal aksi nyata menjaga lingkungan, mulai dari lingkup keluarga, rumah ibadah, hingga komunitas. Ia menekankan bahwa keimanan sejati harus berdampak pada kelestarian bumi. (*)

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Menteri LH Hanif Faisol Nurofiq Jaga Lingkungan Mitigasi Bencana Isra Miraj

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777