https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Asal Usul Nama Gunung Malabar di Bandung Jawa Barat

Agus Mughni | Minggu, 11/01/2026 14:15 WIB



Gunung Malabar merupakan salah satu gunung berapi tua yang terletak di Kabupaten Bandung, Jawa Barat Gunung Malabar (Foto: Via Bandung Bergerak)

Jakarta, Jurnas.com - Gunung Malabar merupakan salah satu gunung berapi tua yang terletak di Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Gunung ini menjulang di kawasan selatan Bandung dan menjadi bagian dari rangkaian pegunungan Malabar–Puntang.

Gunung Malabar berlokasi di Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, pada ketinggian sekitar 2.343 meter di atas permukaan laut. Meski kini tergolong gunung api tidak aktif, Malabar menyimpan sejarah panjang yang melibatkan kolonialisme, budaya Sunda, hingga dinamika geologi purba.

Popularitas Gunung Malabar tidak hanya ditopang oleh keindahan alam dan jalur pendakiannya, tetapi juga oleh nilai sejarah, budaya, dan ilmu pengetahuan yang melekat kuat di kawasan ini. Keberadaan stasiun radio peninggalan Belanda, jejak sejarah Sunda kuno, hingga karakter gunung api tua yang membentuk lanskap Bandung Selatan menjadikan Gunung Malabar lebih dari sekadar destinasi alam, melainkan ruang hidup yang menyimpan cerita panjang lintas zaman. 

Di balik ketenarannya, asal-usul nama “Gunung Malabar” turut menyimpan beragam penafsiran. Lantas, mengapa dinamakan Gunung Malabar? Bagaimana asal usul penamaannya? Berikut adalah ulasannya yang dirangkum dari berbagai sumber.

Nama Malabar sering dikaitkan dengan pengaruh kolonial Belanda. Dalam catatan sejarah, Malabar merujuk pada wilayah pesisir barat daya India yang sejak berabad-abad lalu dikenal sebagai pusat perdagangan rempah-rempah dunia.

Baca juga :
Ini Alasan Gunung Papandayan Cocok untuk Pendaki Pemula

Pada masa kolonial, Belanda memiliki hubungan dagang yang kuat dengan kawasan tersebut. Nama Malabar diduga kemudian diadopsi dan digunakan di Jawa sebagai simbol wilayah strategis yang subur dan bernilai ekonomi tinggi.

Kemiripan geografis turut memperkuat penamaan tersebut. Gunung Malabar memiliki bentang alam hijau, tanah subur, dan wilayah perkebunan yang luas, menyerupai kawasan Malabar di India yang juga terkenal dengan perbukitan dan perkebunan tropis. Penamaan ini kemungkinan menjadi cara kolonial mengaitkan wilayah Nusantara dengan pusat-pusat ekonomi global yang mereka kuasai.

Baca juga :
Legenda Curug Siliwangi dan Pesona Gunung Puntang di Bandung Selatan

Peran Gunung Malabar semakin penting pada masa Hindia Belanda ketika pada tahun 1923 dibangun stasiun pemancar Radio Malabar di lerengnya. Stasiun ini menjadi pusat komunikasi jarak jauh antara pemerintah kolonial di Hindia Belanda dan Eropa.

Keberadaannya menegaskan posisi Gunung Malabar sebagai kawasan strategis, baik secara geografis maupun teknologi pada masanya. Hingga kini, sisa-sisa bangunan radio tersebut masih dapat ditemukan di kawasan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Namun, asal usul nama Malabar tidak hanya berhenti pada masa kolonial. Dalam catatan lokal, nama Malabar sudah dikenal jauh sebelumnya. Dikutip dari berbagai sumber, Malabar disebut sebagai salah satu wilayah penting pada masa Kerajaan Tarumanagara.

Bahkan, dalam perjalanan suci abad ke-15, Bujangga Manik, seorang rahib Kerajaan Sunda, telah menyebut kawasan ini sebagai Bukit Malabar, menandakan bahwa nama tersebut telah dikenal oleh masyarakat Sunda jauh sebelum kedatangan bangsa Eropa.

Sejumlah ahli bahasa Sunda juga mengajukan tafsir berbeda. Jonathan Rigg pada abad ke-19 berpendapat bahwa kata Malabar mungkin berasal dari bahasa Sunda kuno, dari kata labar atau lbr-labar yang berarti melebar atau meluber ke segala arah. Penamaan ini diyakini terkait bentuk geomorfologi Gunung Malabar, yang memiliki lereng luas dan menyebar, hasil dari aktivitas vulkanik purba dan aliran lahar pada masa prasejarah.

Secara geologi, Gunung Malabar tergolong gunung api tua yang telah lama tidak menunjukkan aktivitas erupsi. Lereng-lerengnya yang teriris lembah dalam menjadi bukti usia gunung yang sangat tua. Pada masa Plistosen tengah, gunung ini pernah aktif kembali dengan letusan besar yang materialnya mengisi sebagian Cekungan Bandung.

Kini, Gunung Malabar dikenal bukan hanya sebagai destinasi pendakian dan kawasan perkebunan teh, tetapi juga sebagai ikon sejarah dan budaya Jawa Barat. Nama Malabar menjadi saksi pertemuan sejarah lokal, pengaruh kolonial, dan proses alam yang membentuk lanskap Bandung seperti yang dikenal hingga saat ini. (*)

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Gunung Malabar Jawa Barat Kabupaten Bandung Pegunungan Malabar–Puntang

Terkini | Rabu, 17/06/2026 02:06 WIB

Terpopuler

Minggu, 14/06/2026 02:02 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Belanda vs Jepang

Senin, 15/06/2026 01:01 WIB
Olahraga

Pelatih Turki Kecewa Timnya Kalah Lawan Australia

Minggu, 14/06/2026 12:10 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Jerman vs Timnas Curacao

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777