https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

India Pamerkan Permata Buddha yang Dicuri Inggris 127 Tahun Lalu

Mutiul Alim | Sabtu, 03/01/2026 18:22 WIB



India memamerkan permata kuno suci Buddha untuk pertama kalinya pada Sabtu (3/1) sejak dicuri oleh kolonial Inggris lebih dari satu abad lalu. Permata Buddha yang dipamerkan India usai hilang lebih dari satu abad lalu (Foto: Straits Times)

New Delhi, Jurnas.com - India memamerkan permata kuno suci Buddha untuk pertama kalinya pada Sabtu (3/1) sejak dicuri oleh kolonial Inggris lebih dari satu abad lalu.

Permata Piprahwa yang terdiri lebih dari 300 batu mulia dan perhiasan yang diyakini telah dikuburkan bersama relik Buddha di situs stupa di India utara, secara resmi dipamerkan dalam sebuah pameran di New Delhi.

"Peristiwa bersejarah ini menandai penyatuan kembali relik permata Piprahwa milik Sang Buddha, yang dipulangkan setelah 127 tahun," kata Kementerian Kebudayaan yang dikutip dari Straits Times pada Sabtu (3/1).

Dikatakan bahwa artefak-artefak tersebut dipamerkan sejak penggalian yang dilakukan oleh Inggris pada 1898 sebelum akhirnya tersebar ke seluruh dunia.

"Ini adalah hari yang sangat istimewa bagi mereka yang bersemangat tentang sejarah, budaya, dan cita-cita Buddha," kata Perdana Menteri India, Narendra Modi dalam pembukaan pameran.

Diketahui, Sang Buddha yang hidup dengan melepaskan kekayaan materi untuk mengajarkan hidup tanpa keterikatan materi, mengawali perjalanan agama Buddha yang kini memiliki lebih dari 500 juta pengikut di seluruh dunia.

Meskipun lahir di wilayah Nepal, Sang Buddha menghabiskan sebagian besar hidupnya di kawasan utara India. Adapun permata-pertama itu diyakini berasal dari tahun 200 sebelum masehi, sebelum ditemukan oleh insinyur kolonial Inggris, William Claxton Peppe di Piprahwa.

Pada Mei 2025, cicit Peppe, Chris Peppe, menjual permata-permata tersebut. Barang-barang itu dilelang oleh Sotheby`s di Hong Kong, dengan harga penawaran awal US$1,2 juta (S$1,5 juta), dan diperkirakan harganya mencapai sepuluh kali lipat.

Namun lelang dibatalkan setelah Kementerian Kebudayaan India mengeluarkan perintah hukum yang menyatakan bahwa perhiasan tersebut merupakan warisan keagamaan dan budaya yang tak terpisahkan dari India dan komunitas Buddha global.

Permata-permata ini kemudian dibeli oleh sebuah konglomerat India, Godrej Industries Group, bekerja sama dengan pemerintah India. Harga jualnya tidak diungkapkan.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Permata Buddha Permata Piprahwa Warisan Budaya India

Terpopuler

Selasa, 07/07/2026 06:06 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Inggris vs Norwegia

Senin, 06/07/2026 17:15 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Swiss vs Kolombia

Minggu, 05/07/2026 20:30 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Portugal vs Spanyol

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777