https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Belajar Makna Taat dari Kisah Nabi Ibrahim AS

Vaza Diva | Kamis, 01/01/2026 04:04 WIB



Nabi Ibrahim AS dikenal sebagai sosok yang teguh memegang tauhid dan selalu menempatkan Allah di atas segalanya. Ilustrasi - Kisah Nabi Ibrahim AS yang mengajarkan makna sabar dan taat yang sesungguhnya (Foto: Tanwir)

Jakarta, Jurnas.com - Nabi Ibrahim AS dikenal sebagai sosok yang teguh memegang tauhid dan selalu menempatkan Allah di atas segalanya. Jalan hidupnya tidak pernah mudah.

Sejak muda, ia harus berhadapan dengan tradisi penyembahan berhala di tengah kaumnya. Meski sendirian, Ibrahim tetap meyakini bahwa Allah-lah satu-satunya Tuhan yang pantas disembah. Keteguhan itulah yang membuatnya memperoleh kedudukan tinggi di sisi Allah. Al-Qur’an menegaskan:

“Dan (ingatlah) ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan), lalu Ibrahim melaksanakannya dengan sempurna…”
(QS. Al-Baqarah: 124)

Baca juga :
Ini Lima Keutamaan Malam Lailatul Qadar

Ketaatan Nabi Ibrahim tidak berhenti pada keyakinan, tetapi terwujud dalam tindakan. Salah satu ujian besar yang ia hadapi adalah perintah untuk meninggalkan Hajar dan bayi Ismail di sebuah lembah tandus.

Secara manusiawi, keputusan itu terasa berat. Namun Ibrahim yakin, Allah tidak akan menelantarkan mereka. Doa yang ia panjatkan menggambarkan kepasrahan penuh kepada Tuhan:

Baca juga :
Perang Badar, Pertempuran Dahsyat di Bulan Puasa yang Mengubah Sejarah

“Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak memiliki tanaman… agar mereka mendirikan salat.” (QS. Ibrahim: 37)

Ujian berikutnya datang ketika Ismail beranjak remaja. Ibrahim mendapat perintah yang mengguncang: mengorbankan anak yang begitu dicintainya.

Baca juga :
Badar 17 Ramadan, Pertempuran Pertama dalam Sejarah Islam

Meski hatinya pasti bergetar, Ibrahim tetap memilih taat. Ia berdialog dengan penuh kasih dan kejujuran kepada putranya, lalu menyerahkan hasil akhirnya kepada Allah. Al-Qur’an mengabadikan momen itu:

“Hai anakku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pendapatmu.” (QS. As-Shaffat: 102)

Pada puncak kepasrahan itulah, Allah menunjukkan bahwa ketaatan tidak pernah sia-sia. Nabi Ibrahim lulus ujian, Ismail diselamatkan, dan Allah menggantinya dengan sembelihan. Peristiwa ini menjadi simbol bahwa cinta kepada Allah harus berada di atas segala cinta.

“Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.” (QS. As-Shaffat: 106–107)

Kisah Nabi Ibrahim mengajarkan bahwa iman bukan sekadar ucapan, melainkan keberanian untuk tetap berada di jalan Allah meski logika, situasi, dan kenyamanan seolah tidak mendukung.

Doa, tawakal, dan keikhlasan menjadi sumber kekuatan. Ia berusaha sebaik mungkin, lalu menyerahkan hasilnya kepada Allah — sebuah sikap yang menghadirkan ketenangan, menjauhkan dari keputusasaan, dan menumbuhkan keyakinan bahwa setiap keputusan Allah selalu memiliki hikmah.

Di masa kini, keteladanan Nabi Ibrahim tetap relevan. Saat berhadapan dengan pilihan sulit, kejujuran yang diuji, atau godaan yang melemahkan iman, kisah beliau mengingatkan kita bahwa jalan ketaatan mungkin tidak selalu mudah, tetapi selalu membawa kita lebih dekat kepada kebaikan. Ketaatan bukan tanda kelemahan — melainkan bukti kekuatan hati yang sepenuhnya percaya kepada Allah.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Info Keislaman Nabi Ibrahim AS Allah SWT Sejarah Islam kitab Al-Qur`an makna sabar

Terkini | Jum'at, 03/04/2026 02:31 WIB

News

Gandeng UE, China Serukan Gencatan Senjata di Timur Tengah

News

Tren Liburan di AS Merosot Imbas Kenaikan Kenaikan Bahan Bakar

Gaya Hidup

Bencana Iklim Ekstrem Bisa Sering Terjadi Meski Pemanasan Global "Moderat"

Humanika

4 Peristiwa Bersejarah 2 April di Indonesia, Apa Saja?

Gaya Hidup

Stres di Masa Remaja Bisa Ganggu Perkembangan Otak Berdampak Jangka Panjang

News

Habiburokhman: Penanganan Kasus Amsal Harus Jadi Bahan Evaluasi Kejaksaan

News

Dukung Gerakan Hemat Energi, Kementrans Terapkan WFH ASN Setiap Jumat

News

Rudianto Lallo Soroti Dugaan Jaksa Cari-cari Kasus Demi Target Kinerja

News

Legislator PKB: Saatnya Buka Jalur Penyeberangan Baru ke Bali

News

Rieke Desak Pemerintah Percepat Satu Data Korban Pelanggaran HAM Berat

Humanika

Ini Berbagai Dalil Keutamaan Bulan Syawal dalam Islam

Humanika

8 Amalan Sunah di Bulan Syawal: Dari Puasa Enam Hari hingga Menikah

News

Demo di Kedubes AS, GPNI Desak Hentikan Pendanaan LSM dari Asing

News

Amsal Ungkap Fakta Persidangan: Kepala Desa Akui, Tapi Tetap Dipenjara

News

Amsal Sitepu Buka Kronologi Kasus di Komisi III: 131 Hari Ditahan

Olahraga

Lawan Semen Padang, Bojan Hodak Minta Persib Tetap Fokus

News

DPR Dorong Sinergi Lintas Kementerian Lindungi Pekerja Kreatif

News

KPK Kembali Geledah Rumah Politikus PDIP Ono Surono di Indramayu

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777