https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Ketua Fraksi NasDem Sayangkan Impor Beras Ilegal ke Sabang

Samrut Lellolsima | Selasa, 25/11/2025 14:50 WIB



Di saat Indonesia mencatat panen raya dengan stok beras melimpah, sangat disayangkan jika tetap dilakukan impor dari negara lain. Ketua Fraksi NasDem DPR RI, Viktor Bungtilu Laiskodat

Jakarta, Jurnas.com - Fraksi Partai NasDem DPR RI menyayangkan terjadinya impor 250 ton beras ke Sabang, Aceh, padahal di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, Indonesia telah mencapai kemandirian pangan dan mencatatkan surplus beras nasional.

"Di saat Indonesia mencatat panen raya dengan stok beras melimpah, sangat disayangkan jika tetap dilakukan impor dari negara lain,” ujar Ketua Fraksi Partai NasDem DPR RI, Viktor Bungtilu Laiskodat, di Jakarta, Selasa (25/11).

Baca juga :
Legislator PDIP Geram Bantuan Beras dan Minyak Goreng Belum Tersalurkan

Viktor menegaskan, Presiden Prabowo telah menyampaikan capaian mengagumkan Indonesia dalam kemandirian pangan dengan cadangan beras mencapai 4 juta ton, di dalam Sidang Majelis Umum PBB ke-80 di New York, Amerika Serikat, Selasa (23/9).

Fraksi Partai NasDem DPR RI menekankan bahwa kebutuhan beras di Sabang, Provinsi Aceh, seharusnya dapat dipenuhi dari stok beras nasional yang melimpah, tanpa harus mengandalkan impor.

Baca juga :
Komisi X DPR Akan Bawa Aspirasi Dosen PPPK ke Kemdiktisaintek

"Keberhasilan Indonesia memiliki cadangan beras 4 juta ton menunjukkan kemampuan kita untuk memenuhi kebutuhan pangan nasional. Oleh karena itu, mari kita jaga kedaulatan dan wibawa pangan Indonesia dengan mengoptimalkan stok dalam negeri tanpa bergantung pada impor," ujar Viktor.

Oleh karena itu, perlunya koordinasi yang matang dan komprehensif antara Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang (BPKS) dengan pemerintah agar setiap kebijakan yang diambil sejalan dengan visi besar Indonesia dan tidak menimbulkan kebijakan yang kontraproduktif.

Baca juga :
Legislator PKS: Pidato Presiden Komitmen Pemerintah Jaga Stabilitas Ekonomi

“Kami mendorong adanya koordinasi yang lebih komprehensif antara BPKS dan pemerintah agar kebijakan yang diterbitkan tidak bertentangan dengan arah besar pembangunan nasional,” ujar Viktor.

Menurut dia, momentum kemandirian pangan nasional semakin nyata berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), yang menunjukkan produksi beras nasional hingga Oktober 2025 mencapai 31,04 juta ton, sementara kebutuhan konsumsi nasional sekitar 27,3 juta ton. Dengan demikian, Indonesia mencatat surplus sekitar 3,7 juta ton.

Fraksi Partai NasDem DPR RI menegaskan bahwa prestasi kemandirian pangan yang telah dicapai harus optimal dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat.

“Kami berharap peristiwa ini tak terulang demi menjaga kehormatan dan kewibawaan negara yang kita cintai. Salam restorasi!" pungkas Viktor.

 

 

 

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Warta DPR Ketua Fraksi NasDem impor beras ilegal Sabang Aceh kemandirian pangan

Humanika

Senin, 13/07/2026 07:07 WIB

Kapan Waktu Terbaik Membaca Sholawat?

Senin, 13/07/2026 06:06 WIB

Lima Sedekah yang Pahalanya Terus Mengalir

Senin, 13/07/2026 01:01 WIB

13 Juli 2026: Cek Daftar Peringatan Hari Ini

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777