https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Kisah Suwarni, Guru TK 52 Tahun Bisa Kuliah Berkat Program Kualifikasi S1

Muhammad Habib Saifullah | Jum'at, 21/11/2025 23:50 WIB



Suwarni Daud, Guru TK bersyukur berkesempatan menerima bantuan pemenuhan kualifikasi akademik (PKA) S1/D4 dari Kemdikdasmen Suwarni. D, Guru Penerima Bantuan Pemenuhan Kualifikasi Akademik (PKA) S1-/D-4 (Foto: Habib/Jurnas.com)

Pekanbaru, Jurnas.com – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen) memberikan bantuan beasiswa S1 kepada 6.745 guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di seluruh Indonesia.

Salah satu penerimanya ialah Suwarni. Meski telah memasuki usia lebih dari lima dekade, dia memutuskan kembali menempuh pendidikan tinggi demi meningkatkan kualitas pengajarannya.

Suwarni bercerita bahwa perjalanannya dimulai ketika dia menerima surat dari Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru mengenai kesempatan mengikuti Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) bagi guru PAUD. Alih-alih merasa senang, dia justru diliputi kecemasan.

Baca juga :
Pemda Diminta Cermat Perhitungkan Daya Tampung SPMB 2026

“Semulanya saya menganggap ini sesuatu yang jadi beban bagi saya. Karena di usia 52 tahun ini, saya berpikir tidak mungkin saya bisa menerima pembelajaran dengan maksimal,” ujar Suwarni kepada wartawan, Jumat (21/11).

Suwarni mengakui bahwa sistem perkuliahan yang dilaksanakan secara daring lima kali dalam sepekan menjadi tantangan besar karena metode tersebut benar-benar baru baginya. “Yang namanya Zoom kuliah secara online ini saya tidak paham sama sekali,” kata dia.

Baca juga :
SPMB 2026 Pakai 4 Jalur Seleksi, Apa Saja?

Namun berkat dukungan keluarga dan lingkungan sekitarnya, guru yang telah mengajar di TK selama 20 tahun itu mulai menikmati proses perkuliahan di Universitas Islam Riau (UIR). “Setelah saya jalani, tidak semengerikan yang saya bayangkan,” ujar dia.

Manfaat nyata dari perkuliahan itu pun dapat dia rasakan langsung dalam praktik mengajar, khususnya saat menghadapi murid berkebutuhan khusus (ABK). Dirinya menyebut mata kuliah psikologi perkembangan anak sebagai pelajaran yang sangat membantunya.

Baca juga :
Skor TKA Jadi Penentu Jalur Prestasi di SPMB 2026

“Karena saya punya murid ADHD, saya harus dapat ilmu. Setiap hari saya rajin bertanya sama dosen, bahkan saya japri beliau untuk minta masukan,” tutur Suwarni.

“Alhamdulillah sekarang anak murid saya itu sudah berubah 75 persen. Yang dulunya tidak bisa ditinggal mamanya, sekarang sudah bisa. Bahkan kemampuan belajarnya lebih cepat dari teman-temannya,” lanjut dia.

Sementara itu, Ketua Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) UIR, Alucyana, menyampaikan bahwa salah satu mata kuliah paling bermanfaat bagi mahasiswa RPL adalah pengenalan ABK.

“Mereka juga diajarkan mengidentifikasi secara umum ciri-ciri anak berkebutuhan khusus sesuai jenisnya, termasuk faktor-faktor apa saja yang memengaruhi sehingga terjadinya kondisi tersebut,” ujar Alucyana.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Kabar Pendidikan Beasiswa Guru PAUD Suwarni Daud Beasiswa RPL

Terpopuler

Minggu, 12/07/2026 05:05 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Prancis vs Spanyol

Minggu, 12/07/2026 06:06 WIB
Gaya Hidup

12 Contoh Ucapan Hari Koperasi Indonesia 2026 yang Penuh Makna

Senin, 13/07/2026 02:02 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Inggris vs Argentina

Humanika

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777