https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Masuk Angin, Kenapa Istilah Ini Hanya Ada di Indonesia?

Mutiul Alim | Kamis, 13/11/2025 20:43 WIB



Istilah `masuk angin` sangat akrab di kalangan masyarakat Indonesia sebagai penjelasan atas perasaan badan tidak nyaman seperti meriang, perut kembung Ilustrasi sedang masuk angin serta cara meredakannya secara alami (Foto: Pexels/Kaboompics.com)

Jakarta, Jurnas.com - Istilah `masuk angin` sangat akrab di kalangan masyarakat Indonesia sebagai penjelasan atas perasaan badan tidak nyaman seperti meriang, perut kembung, pegal-pegal, atau kurang enak badan secara umum.

Menariknya, istilah ini nyaris tidak dikenal dalam terminologi medis internasional karena pengertian dan penyebabnya tidak spesifik seperti penyakit bakteri atau virus tertentu.

Menurut para dokter, kondisi yang disebut masuk angin biasanya adalah kumpulan gejala non-spesifik yang sebenarnya bisa merupakan infeksi saluran pernapasan atas, flu ringan, kelelahan, atau bahkan masalah pencernaan.

Baca juga :
5 Penyebab Masuk Angin yang Sering Diabaikan

Alasan istilah ini populer di Indonesia antara lain karena budaya tradisional yang mengaitkan rasa dingin atau angin masuk ke tubuh, dengan gejala fisik seperti kembung dan menggigil.

Seiring waktu, adaptasi budaya dan bahasa membuat istilah ini melekat sebagai penyakit ringan yang mudah diterima oleh masyarakat sebagai penjelasan cepat atas tubuh yang tidak fit.

Baca juga :
Bandung Terasa Dingin, 6+ Minuman Ini Bisa Mencegah Masuk Angin

Dari sudut medis, kondisi tersebut bukanlah diagnosis tunggal, melainkan tanda bahwa daya tahan tubuh sedang turun dan tubuh mungkin sedang melawan infeksi atau kondisi stress metabolik.

Untuk menangani yang disebut masuk angin, dokter menyarankan istirahat cukup, konsumsi cairan, dan penguatan nutrisi, bukan semata menerima angin sebagai penyakit tersendiri.

Baca juga :
Fakta atau Mitos Kerokan Dapat Redakan Masuk Angin

Penggunaan jamu atau ramuan tradisional memang sering terjadi sebagai respons budaya terhadap masuk angin, namun tetap perlu waspada bila gejala memburuk atau disertai demam tinggi dan sesak napas.

Karena istilah ini memang lokal, penting bagi masyarakat dan praktisi kesehatan untuk menyadari bahwa di balik masuk angin bisa tersembunyi kondisi yang lebih serius jika tidak ditangani dengan tepat.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

masuk angin istilah medis Indonesia budaya kesehatan Indonesia gejala masuk angin

Terkini | Sabtu, 02/05/2026 10:48 WIB

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777