https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

ASEAN Diizinkan Memeriksa Perbatasan Kamboja-Thailand untuk Cegah Konflik Lagi

Syafira | Jum'at, 08/08/2025 09:09 WIB



ASEAN Diizinkan Memeriksa Perbatasan Kamboja-Thailand untuk Cegah Konflik Lagi Wakil Menhan Thailand Nattaphon Narkphanit, Mendagri Malaysia Saifuddin Nasution Ismail, dan Menhan Kamboja Jenderal Tea Seiha foto bersama menjelang Komite Perbatasan Umum Luar Biasa di Kuala Lumpur, Malaysia, 7 Agustus 2025. REUTERS

KUALA LUMPUR - Para pejabat tinggi pertahanan Kamboja dan Thailand sepakat pada hari Kamis untuk mengizinkan pengamat dari blok regional ASEAN memeriksa wilayah perbatasan yang disengketakan dan membantu memastikan permusuhan tidak terulang kembali setelah konflik lima hari yang berakhir dengan gencatan senjata pada akhir Juli.

Kedua negara tetangga di Asia Tenggara tersebut menyaksikan pertempuran sengit selama lebih dari satu dekade bulan lalu, termasuk saling tembak artileri dan serangan bom jet tempur yang merenggut setidaknya 43 nyawa dan membuat lebih dari 300.000 orang mengungsi di kedua sisi perbatasan.

Pertempuran terus berlanjut meskipun ada intervensi diplomatik dari Tiongkok dan Malaysia, ketua blok regional ASEAN, yang keduanya menyerukan pengekangan.

Baca juga :
Presiden Lebanon Siap Tempuh Cara Mustahil Setop Perang

Para pemimpin Kamboja dan Thailand baru datang ke meja perundingan ketika Presiden AS Donald Trump mengatakan kepada mereka bahwa negosiasi tarif tidak akan dilanjutkan kecuali ada perdamaian, Reuters melaporkan secara eksklusif.

Menteri Pertahanan Kamboja, Tea Seiha, dan Penjabat Menteri Pertahanan Thailand, Nattaphon Narkphanit, bertemu di Markas Besar Angkatan Bersenjata Malaysia di Kuala Lumpur pada hari Kamis untuk membahas persyaratan penghentian permusuhan secara permanen.

Baca juga :
Trump Akui Tak Bahas Tarif Perdagangan saat Bertemu Xi Jinping

"Akan ada tim pemantau atase militer ASEAN yang berbasis di Thailand dan Kamboja, dipimpin oleh Malaysia," ujar Nattaphon kepada wartawan dalam konferensi pers setelah pertemuan tersebut, seraya menambahkan bahwa inspektur asing yang berbasis di kedua negara tidak akan melintasi perbatasan.

"Thailand dan Kamboja adalah negara tetangga dengan perbatasan bersama yang dapat saling menjauh ... sebuah resolusi akan memungkinkan rakyat kami untuk kembali ke kehidupan yang damai," ujarnya.

Baca juga :
Langgar Gencatan Senjata, Netanyahu: Kami Kuasai 60 Persen Gaza

Thailand dan Kamboja mengatakan dalam sebuah pernyataan bersama bahwa mereka akan mengadakan perundingan lebih lanjut dalam dua minggu dan kemudian kembali dalam sebulan.

Persyaratan perdamaian dirumuskan selama tiga hari perundingan antara para pejabat senior di Kuala Lumpur dan difinalisasi pada hari keempat di hadapan para pengamat dari Tiongkok dan Amerika Serikat. "Kedua belah pihak menyepakati ketentuan pelaksanaan gencatan senjata dan peningkatan komunikasi antara kedua angkatan bersenjata," ujar Perdana Menteri Kamboja Hun Manet di media sosial.

Thailand dan Kamboja telah berselisih selama beberapa dekade mengenai wilayah perbatasan darat mereka yang tidak dibatasi sepanjang 817 km (508 mil), yang pertama kali dipetakan oleh Prancis pada tahun 1907 ketika Kamboja masih menjadi koloninya.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Thailand Kamboja Gencatan Senjata Libatkan ASEAN

Terkini | Senin, 03/08/2026 15:35 WIB

News

Ribuan Calon Mahasiswa Datangi Binus, Wujudkan Langkah Menuju Karier Global

News

Diserang Saat Sidang Sengketa, 35 Warga Sipil Tewas Dihantam Drone Militer

News

Tragedi KMP Mutiara Sentosa 2 Diduga Akibat Kelalaian, Harus Diusut Tuntas

News

Enam Warga Israel Ditangkap Usai Serang Biara

News

Sekjen DPR Apresiasi Anugerah Jurnalistik KWP 2026

News

Jaringan Listrik Kolaps Lagi, Kuba Dilanda Pemadaman Total Nasional

KPK Segera Tahan Catur Budi Harto Cs di Kasus Korupsi EDC BRI

Gaya Hidup

5 Zodiak Ini Dikenal Paling Penyayang dan Empatis, Siapa Dia?

News

KPK Sebut Korupsi EDC dan Notifikasi Perbankan BRI Saling Beririsan

Olahraga

Newcastle United Sudah Siapkan Pengganti Bruno Guimaraes

News

KPK Konstruksikan Dugaan Fee 3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum Hipmi

News

Kemenhut Dorong Komitmen Zero Karhutla pada PBPH di Provinsi Jambi

News

Menaker Beberkan Langkah Pemerintah Perkuat Kesejahteraan Pekerja

News

KM Mutiara Sentosa II Terbakar, Menhub Tinjau Evakuasi Penumpang

Gaya Hidup

Studi Ungkap Perubahan Iklim Bikin Kehidupan di Kota Makin Tidak Setara

News

Dubes Tiongkok Dukung Transformasi Transmigrasi, Siap Perkuat Kolaborasi

Gaya Hidup

Ada Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026, NASA Siapkan Siaran Langsung

News

Komisi IX Minta BPJS Ketenagakerjaan Tak Abaikan Standar Keselamatan

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777