https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

BPOM Pastikan AstraZeneca Tidak Lagi Dipergunakan di Indonesia

Untung Subagja | Senin, 06/05/2024 14:05 WIB



Hingga April 2024, BPOM belum mendapatkan laporan kejadian A2 TTS dari program vaksinasi Covid-19 di Indonesia Seorang petugas kesehatan menyiapkan dosis vaksin AstraZeneca COVID-19 di Pusat Vaksinasi, di dalam Stasiun Bang Sue Grand, Thailand, 21 Juni 2021. (Foto: Reuters/Athit Perawongmetha)

Jakarta, Jurnas.com - Badan Pengaman Obat dan Makanan (BPOM) menyatakan, saat ini vaksin Covid-19 AstraZeneca sudah tidak lagi dipergunakan dalam program imunisasi di Indonesia.

BPOM mengungkapkan, informasi tersebut diungkapkan berdasarkan hasil dari pengawasan dan penelusuran yang telah mereka lakukan terhadap program imunisasi.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sempat melakukan penghentian sementara terhadap pendistribusian 448.480 dosis vaksin AstraZeneca batch CTMAV547, pada 2021 lalu. Hal tersebut dilakukan oleh pemerintah sebagai bentuk kehati-hatian dalam memastikan keamanan vaksin.

Baca juga :
Intelijen Eropa Sebut China Diam-Diam Latih Tentara Rusia

Perbincangan terkait vaksin Covid-19 milik AstraZeneca kembali menjadi isu yang hangat di masyarakat. Sebab vaksin tersebut dikabarkan dapat menimbulkan efek samping langka bernama thrombosis with thrombocytopenia syndrome (TTS) atau pembekuan darah.

"Menindaklanjuti isu tersebut, BPOM bersama Kemenkes dan KOMNAS PP-KIPI melakukan pemantauan keamanan vaksin secara berkala terhadap kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI)," tulis laman BPOM.

Baca juga :
Politisi Yahudi Pelopor Hak LGBT Mati akibat Gagal Jantung

Pemantauan tersebut dilaksanakan melalui post authorization safety study (PASS), yaitu studi terhadap obat guna mendapatkan informasi lebih lanjut, yakni mengenai keamanan obat dan efektivitas tindakan manajemen risiko.

Sementara itu, hingga April 2024, BPOM belum mendapatkan laporan kejadian A2 TTS dari program vaksinasi Covid-19 di Indonesia.

Baca juga :
Komisi V Dorong Kemendes Perluas Mitra Sukseskan Kopdes Merah Putih

World Health Organization (WHO) juga menegaskan, hasil kajian mereka yang menunjukkan bahwa TTS terjadi pada kurang dari satu kasus dalam 10.000 kejadian, sehingga dikategorikan sebagai very rare atau sangat jarang.

Meski demikian, BPOM, Kemenkes, dan Komnas PP-KIPI tetap mengimbau kepada masyarakat yang mengalami efek samping setelah melakukan vaksinasi untuk melaporkannya kepada tenaga kesehatan.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

BPOM AstraZeneca Vaksin

Terpopuler

Selasa, 23/06/2026 12:30 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Portugal vs Uzbekistan

Selasa, 23/06/2026 14:06 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Inggris vs Ghana

Rabu, 24/06/2026 02:02 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Swedia vs Jepang

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777