https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Program Makan Siang Gratis telah Diberikan Ruang Fiskal 2025

Untung Subagja | Sabtu, 06/04/2024 18:05 WIB



Pemerintah, kata Sri Mulyani, tetap melakukan kalkulasi dalam merancang postur pagu indikatif yang tepat Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati. (Foto dok. Kemenkeu)

Jakarta, Jurnas.com - Pemerintah membahas dengan hati-hati sumber pendanaan program makan siang gratis yang digagas Prabowo-Gibran karena jumlahnya yang besar.

"Yang kita lakukan prinsipnya memberikan ruang fiskal bagi kemungkinan program tersebut untuk dijalankan. Namun tetap di dalam konteks makro dan fiskalnya," kata Menteri Keuangan, Sri Mulyani di Istana Kepresidenan.

“Karena masih di dalam program besar atau pagu besar, itu yang kita lakukan prinsipnya memberikan ruang fiskal bagi kemungkinan program tersebut untuk dijalankan,” imbuh Sri Mulyani.

Baca juga :
Long Weekend, Penumpang Whoosh Capai 95 Ribu Orang

Pemerintah, kata Sri Mulyani, tetap melakukan kalkulasi dalam merancang postur pagu indikatif yang tepat. Agar program-program pemerintah selanjutnya, bisa sesuai dengan APBN 2025.

“Namun tetap di dalam konteks makronya dan fiskal nya. Untuk makronya, tetap kami akan lakukan postur dari APBN yang terjaga, sehingga kepercayaan pasar dan investor, atau mereka rating agency tetap terjaga. Jadi itu yang akan dilakukan,” kata Sri Mulyani.

Baca juga :
Pidato Prabowo soal Dolar AS Jangan Jadi Alat Propaganda Politik

Sri Mulyani mengatakan, RAPBN 2025 sebagai APBN pertama bagi pemerintah baru, disusun dengan siklus dari APBN yang dimulai dengan pembahasan mengenai kebijakan ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan fiskal.

Dia mengatakan, pemerintah membahas indikasi mengenai pagu indikatif untuk kementerian/lembaga. Pembahasan dimulai mengenai tantangan secara global seperti kenaikan suku bunga, inflasi, ketegangan geopolitik, dan perubahan iklim.

Baca juga :
Heri Black Irit Bicara Usai Diperiksa KPK Terkait Korupsi Bea Cukai

Agar Indonesia menjadi negara berpendapatan tinggi, kata Sri Mulyani, maka APBN akan dikelola dan difokuskan untuk menyelesaikan persoalan-persoalan yang berhubungan dengan tantangan struktural, yaitu bagaimana meningkatkan produktivitas.

"Oleh karena itu fokus dari kebijakan fiskal 2025 untuk akselerasi pertumbuhan ekonomi, meningkatkan well-being atau kesejahteraan dan konvergensi kesejahteraan dan kemajuan antardaerah," katanya.

Sri Mulyani mengatakan, kebijakan fiskal juga berfokus kepada beberapa hal, seperti hilirisasi, transformasi hijau, pembangunan infrastruktur, SDM unggul, inklusivitas, dan reformasi birokrasi.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Sri Mulyani Makan Siang Gratis Prabowo-Gibran

Terpopuler

Senin, 22/06/2026 03:03 WIB
Gaya Hidup

30 Contoh Ucapan HUT Jakarta, Cocok untuk Postingan Medsos

Selasa, 23/06/2026 12:30 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Portugal vs Uzbekistan

Senin, 22/06/2026 12:42 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Argentina vs Austria

Selasa, 23/06/2026 14:06 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Inggris vs Ghana

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777