https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Bank Indonesia Pertahankan Suku Bunga Acuan Enam Persen

Untung Subagja | Kamis, 23/11/2023 15:35 WIB



Begitu juga dengan suku bunga Deposit Facility tetap berada di level 5,25%, dan suku bunga Lending Facility di level 6,75% Gubernur BI Perry Warjiyo dalam Pengumuman Hasil RDG Bulanan Bulan April 2022 Cakupan Triwulanan yang dipantau secara daring di Jakarta. (Humas Bank Indonesia)

Jakarta, Jurnas.com - Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) pada tanggal 22 dan 23 November 2023 putuskan untuk pertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) di level 6%.

Begitu juga dengan suku bunga Deposit Facility tetap berada di level 5,25%, dan suku bunga Lending Facility di level 6,75%.

Gubernur BI Perry Warjiyo menyatakan, keputusan mempertahankan suku bunga BI7DRR sebesar 6% ini tetap konsisten dengan kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah dari dampak tingginya ketidakpastian global.

Baca juga :
Menhaj Bertolak ke Saudi Pimpin Amirulhaj, Pastikan Layanan Jemaah Terkawal

Keputusan ini juga sebagai langkah preemptive dan forward looking untuk memitigasi dampaknya terhadap inflasi barang impor atau imported inflation.

"Sehingga, inflasi tetap terkendali dalam sasaran 3±1% pada tahun 2023 dan 2,5±1% di 2024," ujar Perry dalam konferensi pers RDG BI secara virtual di Jakarta, Kamis (23/11/2023).

Baca juga :
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta Terburuk Keempat di Dunia

BI terus memperkuat inovasi untuk meningkatkan efektivitas kebijakan moneter dalam memastikan terkendalinya inflasi dan tetap stabilnya nilai tukar Rupiah.

Dalam kaitan ini, BI mengoptimalkan instrumen moneter SRBI dan SVBI yang pro-market dalam rangka memperkuat upaya pendalaman pasar uang dan pasar valas, mendukung upaya menarik portfolio inflows dengan mengoptimalkan aset SBN dan surat berharga valas yang dimiliki BI sebagai underlying.

Baca juga :
Mengapa Nobar Film Pesta Babi Sering Dibubarkan? Ini Sederet Alasannya

"Untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, kebijakan makroprudensial longgar terus ditempuh melalui penguatan implementasi kebijakan insentif likuiditas makroprudensial (KLM) dengan menurunkan rasio penyangga likuiditas makroprudensial (PLM) untuk mendorong kredit pembiayaan bagi dunia usaha," tandas Perry.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Bank Indonesia Suku Bunga Acuan

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777