https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Ini Dampaknya Terhadap Indonesia, Jika AS Terancam Gagal Bayar Utang

Redaksi | Selasa, 09/05/2023 02:26 WIB



Ini Dampaknya Terhadap Indonesia, Jika AS Terancam Gagal Bayar Utang Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati. (Foto Kemenkeu)

Jakarta, Jurnas.com - Apabila Amerika Serikat (AS) gagal bayar utang, pada dasarnya merupakan keputusan politik. Sedangkan pengaruhnya kepada Indonesia, akan mempengaruhi pasar Surat Berharga Negara. Hal itu, diutarakan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati.

"Sampai hari ini sebenarnya kalau kita liat dari perkembangan, tidak ada pengaruh kepada perekonomian kita. Terutama kalau kita lihat pasar belum memberikan sinyal terhadap kemungkinan dinamika politik itu, karena itu kan dinamika politik sebetulnya," ungkap Sri Mulyani di Jakarta, Senin (8/5/2023).

Sri Mulyani menyebut bahwa AS bisa membayar utang apabila debt ceiling-nya dibuka. Namun untuk membuka debt ceiling tersebut memang ada dinamika politik.

Baca juga :
Long Weekend, Penumpang Whoosh Capai 95 Ribu Orang

"Untuk Indonesia, rambatannya biasanya apakah ke pasar SBN kita. Pasar SBN kita masih menarik, yield-nya masih bagus, dan karena prospek ekonomi kita bagus, inflasinya rendah, currency-nya menguat. Itu semua jadi daya tarik yang cukup baik," jelanya.

Selain itu, pihaknya juga menyoroti kinerja pasar SBN Indonesia yang baik, di mana yield secara year to date (year to date/ytd) turun bahkan 50 basis poin. Kalau secara secara month to date (mtd) atau selama bulan, yield SBN-nya menguat 9 bps.

Baca juga :
Sempat Minta Tunda, Muhadjir Effendy Mendadak Hadiri Panggilan KPK

"Untuk kinerja pasar SBN juga tadi, justru terjadi capital inflow, dari sekian banyak negara termasuk negara emerging, Indonesia termasuk memiliki kinerja yang baik, growth-nya di atas 5%, itu sangat jarang pada hari ini. Inflasi turun duluan itu juga baik, dan dari sisi fiskal kita membaik, moneternya juga pruden dan terjaga. Ini semua kombinasi agak langka hari-hari ini," jelasnya

Maka dari itu, Sri Mulyani menyebut, Indonesia mendapatkan sentimen dan support positif, karena memang kinerja ekonominya membaik. Capital inflow untuk SBN kita naik Rp9,41 triliun, sehingga secara ytd mencapai Rp65,76 triliun, ini sudah masuk ke dalam untuk membeli SBN yang menggambarkan prospek.

Baca juga :
Pidato Prabowo soal Dolar AS Jangan Jadi Alat Propaganda Politik

"Persepsi terhadap risiko kita juga cukup baik, yaitu CDS kita stabil dan tidak ada persepsi terhadap risiko karena kondisi tadi yang berhubungan dengan adanya masalah debt ceiling di AS," pungkas Sri Mulyani.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Sri Mulyani AS gagal bayar utang SBN

Terpopuler

Rabu, 01/07/2026 04:04 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Portugal vs Kroasia

Selasa, 30/06/2026 02:02 WIB
Gaya Hidup

Ini Alasan Mengapa TIM Jadi Oase Kreatif yang Wajib Dikunjungi

Kamis, 02/07/2026 07:30 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Swiss vs Aljazair

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777