https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

2023, BI Belum Berencana Naikkan Suku Bunga Acuan

Untung Subagja | Senin, 08/05/2023 22:04 WIB



2023, BI belum berencana naikkan suku bunga acuan Gubernur BI Perry Warjiyo. (Foto: bisnis.com)

Jakarta, Jurnas.com - Bank Indonesia (BI) belum berencana menaikkan suku bunga acuan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 5,75 persen untuk tahun ini mengingat sudah memadai.

“Kami masih tetap sama, 5,75 persen itu telah memadai sejak Januari 2023. Dengan memadai itu, kami belum ada rencana untuk menaikkan kembali, sebagaimana cerminan dari Februari, Maret, April kami tidak menaikkan suku bunga,” kata Gubernur BI Perry dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Jakarta, Senin (8/5/2023).

Perry menjelaskan keputusan bank sentral Amerika Serikat Federal Reserve (The Fed) menaikkan Fed Fund Rate (FFR) atau suku bunga acuannya menjadi 5,25 persen masih sesuai dengan prediksi BI.

Baca juga :
Hadapi Penyakit Masa Depan, RI Perlu Perkuat Biobank Riset

BI akan terus memantau pengetatan yang dilakukan oleh The Fed untuk mengendalikan inflasi di AS. Meski begitu, Perry mengatakan, BI tidak memiliki rencana menaikkan suku bunga acuan di dalam negeri.

Keputusan tersebut, lanjut Perry, tetap konsisten dengan stance kebijakan moneter pre-emptive dan forward looking untuk memastikan terus berlanjutnya penurunan ekspektasi inflasi dan inflasi ke depan.

Baca juga :
Dipimpin Matthew Wale, Solomon Beri Sinyal Manuver ke Taiwan?

BI juga meyakini BI7DRR sebesar 5,75 persen memadai untuk mengarahkan inflasi inti terkendali dalam kisaran 3,0±1 persen hingga akhir 2023.

Selain itu, BI7DRR 5,75 persen juga diyakini mampu membuat inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) kembali ke sasaran 3,0±1 persen lebih awal dari prakiraan sebelumnya.

Baca juga :
Toyota Vellfire Senilai Rp2 Miliar Ludes Terbakar di Tol Cipularang

Operasi moneter juga terus diperkuat untuk meningkatkan efektivitas transmisi kebijakan moneter. Kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah juga terus diperkuat guna mengendalikan inflasi, terutama inflasi barang impor (imported inflation).

Kebijakan tersebut juga diarahkan untuk memitigasi dampak ketidakpastian pasar keuangan global terhadap nilai tukar rupiah, termasuk pengelolaan devisa hasil ekspor melalui implementasi Devisa Hasil Ekspor (DHE) sesuai dengan mekanisme pasar.(ant)

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Bank Indonesia BI Suku Bunga Acuan Perry Warjiyo

Terpopuler

Rabu, 01/07/2026 04:04 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Portugal vs Kroasia

Selasa, 30/06/2026 02:02 WIB
Gaya Hidup

Ini Alasan Mengapa TIM Jadi Oase Kreatif yang Wajib Dikunjungi

Jum'at, 03/07/2026 03:03 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Australia vs Mesir

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777