https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Waspada, Ini Sejumlah Kelemahan Berdakwah di Dunia Digital

Syafira | Kamis, 06/04/2023 12:52 WIB



Waspada, Ini Sejumlah Kelemahan Berdakwah di Dunia Digital Konten Kreator (ilustrasi)

Jurnas.com – Meskipun memiliki keunggulan seperti lebih masif, jangkauan lebih luas, pilihan lebih banyak, dan lebih hemat, namun berdakwah di dunia digital juga memiliki sejumlah kelemahan. Salah satunya, terbuka lebarnya peluang orang-orang jahat melakukan manipulasi konten.

”Mereka bisa memotong, menghilangkan, mengganti, atau menyatukan beberapa konten, baik video, gambar maupun teks, untuk tujuan yang tidak baik,” ujar dosen Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) STIKOM Bali Muhammad Riza Hilmi, saat menjadi pembicara pada webinar literasi digital yang digelar Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) untuk komunitas pendidikan di Lombok Timur, NTB, Kamis (6/4).

Riza menuturkan, era digital telah memudahkan para juru dakwah melakukan aktivitas dakwahnya. Pendakwah tak perlu lagi datang dari satu mimbar ke mimbar, taklim ke taklim, atau bahkan rumah ke rumah. ”Kini mereka berceramah di depan kamera, sedangkan jamaahnya menonton di rumah masing-masing,” kata Riza dalam webinar bertajuk ”Literasi Dakwah dalam Berdakwah di Dunia Digital”.

Baca juga :
Komisi III: Tidak Ada yang Kebal Hukum Kasus Konten Rasis

Untuk mengantisipasi ulah jahat di dunia digital, Riza mengingatkan warganet lebih berhati-hati saat menerima konten dakwah digital. ”Lakukan verifikasi informasi pada sumber yang valid, cek fakta sebelum menyebarkan, lakukan proses seleksi dan identifikasi untuk kebenaran dan kemanfaatan,” jelas Riza dalam diskusi virtual yang dipandu moderator Ivan Persada itu.

Riza lantas memberikan tips aman berdakwah melalui media digital. Di antaranya, menentukan lingkup audiens, memilih platform digital yang aman, tidak menyampaikan sesuatu yang bermakna ganda, dan kroscek materi dengan referensi lain. ”Terpenting, harus cerdas memilih konten dakwah di medsos,” tegasnya.

Baca juga :
Cerita Tri Suaka dan Nabila Maharani Akhirnya Punya Album Fisik

Berikutnya, Kepala Kantor Cabang Dinas Dikbud Kabupaten Lombok Timur Martua Hamonangan Nasution mengatakan, data digital Indonesia 2023 menyebutkan media sosial yang paling banyak digunakan di Indonesia adalah YouTube (65,3 persen), TikTok (56,8 persen), Facebook (43,3 persen), Instagram (32,2 persen), dan Twitter (8,7 persen).

”Agar efektif dan efisien, para pendakwah yang hendak memanfaatkan media digital mesti paham karakter, kelebihan, dan kekurangan tiap-tiap media sosial,” ujar Hamonangan di hadapan para siswa beberapa sekolah menengah atas di Lombok Timur, NTB.

Baca juga :
Saudi Perluas Fitur Tawakkalna, Izin Haji Dapat Diakses Langsung

Kepala Balai Teknologi Informasi dan Data Pendidikan Dikbud NTB Agus Siswoaji Utomo menambahkan, media sosial mempunyai potensi luar biasa untuk dijadikan sarana mencapai tujuan, termasuk untuk tujuan dakwah.

”Keuntungan dakwah melalui media digital adalah dapat diakses kapan saja dan di mana saja. Apalagi jika targetnya kaum milenial yang akrab dengan gawai (gadget). Mereka mengakses internet hampir setiap saat,” tandas Agus Siswoaji.

Untuk diketahui, kegiatan #literasidigitalkominfo pada lingkup komunitas merupakan bagian dari program nasional Indonesia #MakinCakapDigital (IMCD). Program ini menargetkan 50 juta masyarakat Indonesia terliterasi hingga 2024. Tahun 2023, program IMCD menargetkan 5,5 juta warga masyarakat sebagai peserta.

Program IMCD diselenggarakan dengan tujuan meningkatkan kemampuan masyarakat Indonesia dalam memanfaatkan teknologi digital secara positif, produktif, dan aman. Berdasarkan survei Indeks Literasi Digital Nasional yang dilakukan Kemenkominfo bersama Katadata Insight Center pada 2021, tingkat literasi digital masyarakat Indonesia skornya 3.49 dari 5.00. Dengan skor tersebut, tingkat literasi digital kita berada dalam kategori ”sedang”.

Program IMCD diperlukan, lantaran survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) dan We Are Social menemukan bahwa pengguna internet dan media sosial di Indonesia pada periode 2021-2022 sudah mencapai 220 juta orang. ”Padahal, pada 2019, jumlah itu tak lebih dari 175 juta orang,” jelasnya.

Informasi lebih lanjut mengenai literasi digital dan info kegiatan dapat diakses melalui Instagram @literasidigitalkominfo, Facebook Fan Page, Kanal YouTube Literasi Digital Kominfo serta website info.literasidigital.id.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Kemenkominfo IMCD Digital Konten

Terpopuler

Minggu, 14/06/2026 02:02 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Belanda vs Jepang

Sabtu, 13/06/2026 17:05 WIB
Olahraga

Prediksi Susunan Starting XI Timnas Brasil vs Maroko

Senin, 15/06/2026 01:01 WIB
Olahraga

Pelatih Turki Kecewa Timnya Kalah Lawan Australia

Minggu, 14/06/2026 12:10 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Jerman vs Timnas Curacao

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777