https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Pemerintah Bakal Setop Ekspor Listrik EBT

Untung Subagja | Jum'at, 03/02/2023 20:05 WIB



Pemerintah menetapkan larangan ekspor listrik yang berasal dari energi baru terbarukan sebagai upaya mengejar target bauran energi Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia (Istimewa)

Jakarta, Jurnas.com - Pemerintah bakal hentikan ekspor listrik dengan Energi Baru Terbarukan (EBT) guna menjaga ketahanan energi di Indonesia.

Target Indonesia pada tahun 2025, energi baru terbarukan mencapai 25% dari total pemakaian energi. Oleh sebab itu, penggunaan energi baru terbarukan harus dioptimalkan di dalam negeri.

“Kita ekspor itu kalau lebih, tetapi ini belum sampai 25%, bagaimana mungkin kita ekspor. Ini untuk kebaikan negara, semakin dilobi maka semakin keras untuk tidak melakukan itu,” ucap Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia pada Jumat (3/2/2023).

Baca juga :
Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara Terkait Pemerasan Sertifikasi K3

Kesadaran masyarakat dalam menggunakan produk yang dihasilkan menggunakan energi baru terbarukan terus meningkat Di beberapa negara tidak mau menerima produk-produk yang tidak ramah lingkungan.

Pemerintah menetapkan larangan ekspor listrik yang berasal dari energi baru terbarukan sebagai upaya mengejar target bauran energi.

Baca juga :
Presiden Lebanon Siap Tempuh Cara Mustahil Setop Perang

“Larangan ekspor dalam rangka memberikan kedaulatan EBT, karena semua industri ke depan memakai EBT . Kalau enggak produknya gak laku di pasar dunia,” kata Bahlil.

Berkaca dari pengalaman sebelumnya saat melakukan pelarangan ekspor nikel, Bahlil yakin pelarangan ekspor akan memberikan dampak positif bagi geliat industri di dalam negeri. Sebab pengusaha nasional akan mengembangkan potensi sektor tersebut.

Baca juga :
Pemerintah Ajak Anak Muda Jadi Pelopor Pembangunan Kawasan Transmigrasi

“Semakin kita ditekan, kita tekan balik jangan mau diatur negara lain. Dalam pandangan saya pengusaha gak boleh mengatur negara, namun negara yang harus mengatur pengusaha. Kita butuh kolaborasi, equal treatment supaya bisa membangun negara,” kata Bahlil.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Bahlil Lahadlia Listrik Energi Terbarukan

Terpopuler

Selasa, 07/07/2026 06:06 WIB
Humanika

Statistik Head to Head Timnas Inggris vs Norwegia

Minggu, 05/07/2026 20:30 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Portugal vs Spanyol

Senin, 06/07/2026 17:15 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Swiss vs Kolombia

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777