https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Target Investasi Rp1.400 Triliun, Bahlil Mengaku Optimis

Untung Subagja | Kamis, 12/01/2023 16:33 WIB



Sektor yang kita dorong, hilirisasi, green energy, industri copper, hilirisasi pangan, oil and gas dan terutama nikel yg kita harus bangun terus, baterai. Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia. (Biro Humas Kementerian Investasi dan BKPM)

Jakarta, Jurnas.com - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia tidak persoalkan target investasi Rp1.400 Triliun pada tahun 2023.

Bahlil bahkan mengaku optimis target investasi itu akan dapat tercapai dengan satu syarat, yaitu stabilitas yang baik.

"Optimis. Syaratnya satu, saya optimis Rp1.400 triliun dengan catatan, stabilitas Indonesia harus bagus. Jangan ribut terus dengan kampret dan cebong. Jangan ribut terus soal urusan yang nggak masuk akal," kata Bahlil di Jakarta, Kamis (12/1/2023).

Baca juga :
Kemendikdasmen Umumkan Hasil TKA 2026, Nilai Rerata Matematika Cuma 40-an

Bahlil mengungkapkan pemerintah membidik sejumlah sektor yang akan terus dikembangkan untuk mencapai target realisasi investasi sebesar Rp1.400 triliun tahun ini.

Sejumlah sektor itu antara lain hilirisasi, energi hijau, hilirisasi pangan, hingga pariwisata.

Baca juga :
Komisi XII DPR Dukung Hilirisasi dan Penguatan Kemandirian Enery Nasional

"Sektor yang kita dorong, hilirisasi, green energy, industri copper, hilirisasi pangan, oil and gas dan terutama nikel yg kita harus bangun terus, baterai. Juga pariwisata, karena itu banyak menciptakan lapangan kerja, kemudian pertambangan, perkebunan," katanya.

Lebih lanjut, Bahlil menegaskan stabilitas politik harus bagus agar dampaknya terhadap investasi juga positif.

Baca juga :
Investasi Budaya Dorong Ekonomi Kreatif dan Pariwisata Daerah

"Kalau stabilitas politik kita bagus, saya punya optimisme, pertumbuhan ekonomi kita dan investasi akan bagus tapi kalau stabilitas politik kita tidak bagus, ini celaka. Makanya kita harus menentukan mana yang duluan karena global belum terlalu menggembirakan kondisinya," katanya.

Bahlil juga mengingatkan bahwa Indonesia membutuhkan kepemimpinan yang kuat, tegas dan berani. Ia juga berharap pemimpin Indonesia nantinya tidak hanya pintar tetapi juga tidak mudah diintervensi oleh siapa pun dan negara mana pun.

"Kita butuh pemimpin yang firm, yang punya keberanian, yang konsisten. Kalau ga, kalau pemimpinnya cuma pintar, cukup jadi rektor aja. Pemimpin negara ini selain dia pintar harus punya leadership. Berani mengambil keputusan. Berani berbeda dengan yang lain kalau yang diyakini itu benar untuk rakyat dan jangan mau diintervensi oleh siapa pun," katanya.

Menurut Bahlil, Indonesia membutuhkan pemimpin yang seperti itu agar bisa mencapai target Rp1.400 triliun dan menjaga pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen.

"Indonesia butuh pemimpin yang seperti itu untuk membangun investasi Rp1.400 triliun dan ekonomi di atas 5 persen," katanya.(ant)

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Bahlil Lahadalia BKPM Investasi Hilirisasi Energi Hijau

Terpopuler

Selasa, 07/07/2026 06:06 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Inggris vs Norwegia

Senin, 06/07/2026 17:15 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Swiss vs Kolombia

Minggu, 05/07/2026 20:30 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Portugal vs Spanyol

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777