https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Catatan Akhir Tahun ALFI

Hilirisasi dan Penguatan Pasar Domestik Cegah Gejolak Ekonomi 2023

Aliyudin Sofyan | Jum'at, 30/12/2022 17:05 WIB



Dana Moneter Internasional (IMF) memprediksi pertumbuhan ekonomi global melambat dari 2,9 persen menjadi 2,7 persen. Ketua Umum DPP Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Yukki Nugrahawan Hanafi. Foto: alfi/jurnas

JAKARTA, Jurnas.com – Isu krisis global pada 2023 menjadi perhatian para pelaku usaha nasional termasuk pebisnis logistik di tanah air.
Ketua Umum DPP Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Yukki Nugrahawan Hanafi mengemukakan, gejolak ekonomi global pada 2023 akan berimbas terhadap semua negara didunia, tanpa terkecuali.

“Namun untuk bisa menerjang badai ekonomi di 2023 itu, program hilirisasi dan penguatan pasar domestik bisa menjadi kunci. Kita mesti menguatkan potensi domestik tersebut dan hal ini pula yang sudah seringkali saya ingatkan kepada teman-teman pelaku logistik di dalam negeri,” ujar Yukki melalui keterangan pers-nya pada Jumat (30/12/2022).

Yukki mengatakan, prospek sektor logistik khusunya domestik pada 2023 masih potensial lantaran demografi penduduk Indonesia lebih besar, konsumsi domestik yang tinggi. Namun, dia memprediksi bisnis logistik yang bersinggungan dengan aktivitas ekspor impor (ocean going) akan terimbas resesi ekonomi global 2023.

Baca juga :
Heri Black Irit Bicara Usai Diperiksa KPK Terkait Korupsi Bea Cukai

Bahkan, Dana Moneter Internasional (IMF) memprediksi pertumbuhan ekonomi global melambat dari 2,9 persen menjadi 2,7 persen. Tak hanya itu, saat ini masih banyak negara dengan inflasi yang tinggi.

Meski demikian, Yukki optimistis Indonesia mampu melewati rintangan tersebut karena memiliki potensi hilirisasi industri untuk meningkatkan perekonomian.

Baca juga :
Ketua Komisi VII: UMKM Harus Jadi Andalan Hadapi Goncangan Ekonomi Global

Oleh karena itu, perlu dorongan hilirisasi di berbagai sektor komoditas, terutama pertanian, perkebunan, kehutanan, dan perikanan. Yukki menilai sektor-sektor tersebut memiliki kontribusi besar pada perekonomian, dengan porsi ekspor yang belum maksimal.

Untuk itu, imbuhnya, Pemerintah dan pelaku usaha dapat berkolaborasi untuk menciptakan nilai tambah sumber daya alam sehingga dapat meningkatkan nilai jual dan daya saing komoditas ekspor unggulan dalam negeri.

Baca juga :
Irwan Dituntut 1,5 Tahun Penjara, Kuasa Hukum Sebut Fakta Sidang Diabaikan

Identifikasi Pasar
Yukki menuturkan tahun 2023 bisa menjadi tahun yang transformatif jika pelaku usaha mampu mengidentifikasi peluang pasar yang tetap. Dia pun mencontohkan peluang itu bisa dilihat di sektor energi terbarukan.

Dia mengatakan Indonesia diberkahi dengan berbagai mineral dan potensi energi terbarukan. “Karenanya, Indonesia harus melakukan hilirisasi supaya ada nilai tambah dan memacu pertumbuhan ekonomi,” ucapnya.

Yukki menjelaskan, hilirisasi dan penguatan pasar domestik itu perlu dilakukan selain untuk menerjang potensi badai ekonomi juga untuk mewujudkan tujuan besar kita sebagai negara dengan ekonomi terbesar di dunia pada 2045 dan mencapai net zero emission di 2060.

Selain potensi dari hilirisasi, Indonesia juga harus memaksimalkan pangsa pasar domestik untuk mengembangkan kinerja industri.

Apalagi, ancaman resesi global masih menjadi resiko terberat yang harus dihadapi oleh pengusaha. Berkurangnya permintaan global, terutama bagi industri berorientasi ekspor juga berdampak pada kinerja perusahaan yang akan berisiko untuk mengurangi beban operasional, salah satunya dengan PHK.

“Permintaan domestik Indonesia masih kuat, dimana berkontribusi sebesar 55 persen pada PDB Indonesia. Maka dari itu, selama daya beli konsumsi masyarakat dapat kita jaga, roda ekonomi Indonesia dapat terus berputar,” ucapnya.

Selain itu, Yukki juga menilai dukungan pemerintah juga sangat penting untuk menjaga daya beli masyarakat tersebut.

Menurutnya, pasar domestik harus turut diperkuat melalui akselerasi TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) dan P3DN (Peningkatan Penggunaan Produksi Dalam Negeri).

“Penguatan UMKM untuk mendukung rantai pasok dalam negeri juga sangat diperlukan untuk mensukseskan upaya ini,” kata Yukki.

Dia mengatakan, lrogram hilirisasi industri dimaksudkan untuk mendapatkan nilai tambah produk bahan mentah, memperkuat struktur industri, menyediakan lapangan kerja, dan memberi peluang usaha di Indonesia.

“Pasalnya Indonesia sudah puluhan tahun melakukan ekspor bahan mentah dan hilirisasi diperlukan agar bahan mentah diproses di dalam negeri,” ucap Yukki.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

ALFI Gejolak ekonomi

Terpopuler

Selasa, 07/07/2026 06:06 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Inggris vs Norwegia

Senin, 06/07/2026 17:15 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Swiss vs Kolombia

Minggu, 05/07/2026 20:30 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Portugal vs Spanyol

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777