https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Kurangi Pencemaran Lingkungan, Kementan Minta Petani Tak Lakukan Pemupukan Berlebih

Supianto | Selasa, 06/12/2022 14:32 WIB



Kurangi Pencemaran Lingkungan, Kementan Minta Petani Tak Lakukan Pemupukan Berlebih. Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi pada agenda Ngobrol Asyik (Ngobras) volume 50, dengan tema Smart Gerdana, Selasa (6/12).

JAKARTA, Jurnas.com - Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi mengimbau para penyuluh dan petani agar tidak melakukan pemupukan yang berlebih.

Dedi mengingatkan bahwa pemupukan yang berlebih tidak hanya meningkatkan risiko tanaman terkena serangan hama penyakit, tapi juga dapat mengakibatkan pencemaran lingkungan.

"Tidak ada tempat lagi untuk kita untuk melakukan pemupukan berlebih. Saudaraku petani dan penyuluh, terutama di daerah intensif jangan sekali-kali melakukan pemupukan yang berlebih," imbau Dedi pada acara Ngobras yang membahas `Smart Gerdana`, Selasa (6/12).

Baca juga :
Swasembada Solusi untuk Memenuhi Kebutuhan Padi Nasional

Dedi mengatakan, pertanian saat ini menghadapi masalah penurunan produksi dan produktivitas karena penurunan kesuburan tanah. Di samping itu pupuk kimia sebagai pengungkit kesuburan tanah ikut terkerek.

"Ini adalah dilema bagi petani kita. Satu sisi harga pupuk mahal, tapi di sisi lain dituntut untuk tetap meningkatkan produktivitas. Oleh karena itu, tentu kita butuh terobosan," tutur Dedi.

Baca juga :
Tingkatkan Produksi Padi Musim Kemarau, Kementan Siap Latih Widyaiswara, Dosen, Guru dan Penyuluh Pertanian

Dia mengakui bahwa pupuk organik, pupuk hayati, dan pembenah tanah sangat signifikan dalam meningkatakan kesuburan tanah. Hanya saja, kata dia, implementasinya di lapangan masih sangat sulit.

"Ini adalah tantangan kita saudara-saudaraku bagaimana kita terus berjuang untuk mengimplementasikan penggunaan pupuk organik, pupuk hayati, dan pembenah tanah. Tentu tidak semudah membalikkan telapak tangan," ungkap Dedi.

Baca juga :
Dongkrak Kompetensi SDM Pertanian, Kementan Pacu Semangat Widyaiswara

"Ini memerlukan segala daya uapaya kita yang sangat besar untuk mengimplementasikan ke tanah kita agar tetap subur di saat pupuk kimia mahal," imbuh Dedi.

Terpisah Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo mengatakan, kunci meningkatkan produksi pertanian adalah memelihara kesuburan tanah. Kesuburan tanah dapat dipelihara secara berkelanjutan dengan menggunakan pupuk organik.

"Kita besok berharap produksi kita akan meningkat jauh bahkan melonjak dari sebelumnya. Caranya satu, perbaiki pupuk kita sekarang jangan pakai pupuk kimia saja, tetapi lebih banyak pupuk organik," kata Mentan Syahrul.

Meksi demikian, SYL menekankan bahwa penggunaan pupuk kimia masih ditolerasi asalkan tidak berlebihan. Kalau mau pakai pupuk kimia tidak perlu banyak, sehingga efek sampingnya bisa kita kurangi," kata dia.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Pemupukan Berlebihan Dedi Nursyamsi Smart Gerdana

Terpopuler

Selasa, 07/07/2026 06:06 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Inggris vs Norwegia

Selasa, 07/07/2026 04:04 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Prancis vs Maroko

Rabu, 08/07/2026 02:02 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Spanyol vs Belgia

Selasa, 07/07/2026 11:44 WIB
Olahraga

Persib Resmi Lepas Andrew Jung dengan Harga Fantastis

Humanika

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777